Karyawan Perusahaan Es Krim Ditodong Pistol Perampok
Saksi perampokan Ali Said (39) mengaku ketakutan ketika perampok menodongkan pistol dan golok ke arahnya.
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - Saksi perampokan Ali Said (39) mengaku ketakutan ketika perampok menodongkan pistol dan golok ke arahnya. Dibawah ancaman, warga Desa Langkap, Kertanegara, Purbalingga tak melawan ketika diikat dan dilakban perampok di gudang es krim Walls, Purwokerto, Selasa (23/10/2012) dinihari.
"Satu orang pelaku menodongkan pistol dan golok. Dia menyuruh saya tengkurap dan kedua tangan ke belakang. Kedua tangan dan kaki saya diikat," kata Ali, Selasa (23/10/2012) siang.
Ali sebetulnya tak seorang diri ketika perampok beraksi. Namun tiga karyawan lain di sebelahnya sedang tidur dan kemudian ikut diikat di musala. Ali yang berjaga terkejut karena perampok datang dari arah belakang gudang.
Mereka diperkirakan masuk setelah memanjat tembok belakang yang tidak diawasi kamera.
"Mata saya dilakban jadi tak mengetahui ada berapa perampok," lanjut Ali usai diperiksa di Mapolres Banyumas. Ia memperkirakan kejadian sekitar pukul 00.15 WIB.
Seperti diberitakan, aksi perampokan diketahui warga sekitar pukul 01.00. Gudang distributor es krim Walls milik Edi Haryono (48) warga Perum Griya Satria, Purwokerto dirampok. Perampok diduga menggunakan senjata api untuk menakut-nakuti penjaga malam dan kemudian menyekap keempat karyawan. Pelaku membawa kabur isi brankas, dan laptop perusahaan. CCTV di kantor juga dirusak pelaku.
Baca Juga:
- SBY Datang Proyek Pengembangan Bandara Sepinggan Dihentikan
- Zulkifli Temukan Mayat Istrinya di Bawah Pohon Karet
- UB Bangun Showroom Wirausaha Rp 100 Miliar
- Warga Senaken Rela Begadang Demi Air Bersih PDAM