Share TV One Jadi 4,7 Persen
Share stasiun televisi TV One saat ini sebesar 4,7 persen. Meski jauh di bawah rata-rata, untuk TV Berita, share tersebut dianggap cukup tinggi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Share stasiun televisi TV One saat ini sebesar 4,7 persen. Meski jauh di bawah rata-rata share stasiun televisi nasional, untuk ukuran televisi berita, share tersebut dianggap cukup tinggi.
Erick Thohir, Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk, perusahaan holding yang menaungi TV One, bersama ANTV dan portal berita Vivanews.com mengatakan, share yang dimiliki TV One tersebut sangat tinggi, karena rata-rata untuk TV berita dibawah 2.0 persen.
Stasiun televisi ANTV diklaim Erick, kinerjanya kini juga semakin membaik. Di jam prime time atau jam tayang utama, sejumlah mata acara di stasiun televisi ini berhasil masuk di posisi lima besar TV nasional.
Erick optimistis, grup medianya memiliki peluang yang besar untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya. "Membaiknya perekonomian nasional telah mendorong jumlah kelas menengah meningkat tajam dengan selera dan kebutuhan yang semakin bervariasi," kata Erick dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
McKinsey Global Institute dalam risetnya memperkirakan jumlah consuming class Indonesia saat ini mencapai 45 juta orang. Dengan jumlah masyarakat konsumtif yang demikian besar, maka potensi peningkatan belanja iklan di media juga sangat besar.
Erick memperkirakan, belanja iklan tumbuh rata-rata sekitar 15,6 persen per tahun. Berdasarkan riset Media Partners Asia belanja Iklan di Indonesia tahun ini bisa mencapai sekitar 2 miliar dolar AS dan bakal tumbuh hingga 2,78 miliar dolar AS di tahun 2014.
"Dari total belanja iklan di media, porsi iklan di televisi bisa menyerap hingga 68 persen khususnya di segmen berita, gaya hidup dan olah raga. Peluang itulah yang akan kami maksimalkan dengan dua kontrak ekslusif yang kami miliki yaitu kontrak penyiaran Liga Super Indonesia dan Piala Dunia 2014," ujar Erick.
Menurut data Nielsen, penyiaran pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) menempati rating acara olah raga tertinggi kedua di bawah penyiaran pertandingan Piala Dunia. LSI bahkan menempati rating lebih tinggi dibandingkan dengan penyiaran ajang Piala Eropa.
Sedangkan untuk program FIFA World CUP 2014 yang hak siarnya sudah dimiliki oleh perseroan, berbagai program pendukung hajatan empat tahunan itu sudah akan dilakukan mulai akhir tahun 2012 mendatang.
"Melihat potensi masyarakat Indonesia yang sangat gemar sepak bola, kami optimis program FIFA World CUP 2014 akan memberikan kontribusi yang sangat besar bukan saja terhadap keuangan perseroan tapi juga terhadap brand setiap anak usaha VIVA," tegasnya.(choirul arifin)
BACA JUGA: