Enam Daerah di Jambi Terancam Banjir
Beberapa kabupaten di Provinsi Jambi, yaitu Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Kerinci, dan Kota Sungaipenuh
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI -- Beberapa kabupaten di Provinsi Jambi, yaitu Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Kerinci, dan Kota Sungaipenuh menjadi daerah yang rawan banjir. Anak Sungai Batanghari, kerap mendapat curah hujan tinggi, penyebab banjir selama musim hujan berjalan.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, telah memiliki peta daerah rawan banjir, beserta aliran sungainya. Daerah hulu daerah aliran sungai (DAS) Batanghari memiliki karakteristik tersendiri selama musim hujan, yang menyebabkan banjir bandang tiba-tiba.
"Beberapa daerah di kabupaten ada yang menjadi langganan banjir. Maka dari itu BNPB di kabupaten sudah kita siagakan lengkap dengan peralatannya," ujar Zubaidi AR Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, melalui M Dalmanto, Kasi Tanggap Darurat, di kantornya, Rabu (31/10/2012) siang.
Beberapa anak sungai yang rawan banjir antara lain, Sungai Tabir Merangin, di bagian tengah hilir, yang langganan banjir dua tahun sekali, Sungai Batang Bungo di Bungo, Sungai Batang Merangin di Merangin, Sungai Batang Limun di Sarolangun, Sungai Batang Tebo di Tebo, Batang Merao dan Sungai Ning di Kerinci. "Sungai-sungai ini bergabung di daerah Tembesi, jadi arus di sana lebih besar," jelasnya.
Ada daerah-daerah yang menjadi langganan banjir. Semisal Sungai Tabir, yang hampir dipastikan selalu banjir dua kali setahun. Sungai ini, tanggal 29 Oktober lalu banjir, dan mengakibatkan ratusan rumah dan sekolah terendam air.
Daerah hulu, disebutkan Dalmanto, tipe banjir yang terjadi adalah banjir bandang. Air banjir, dalam volume besar, tiba-tiba datang dan tidak bisa diprediksi. "Di hulu, penyebabnya karena curah hujan yang tinggi," lanjutnya. Sementara, di daerah hilir, tipe banjir yang terjadi penyebabnya luapan air Sungai Batanghari, semisal di Legok.
Ada juga daerah di Kota Jambi yang banjir, namun disebabkan posisi daerah, semisal Kenali besar, Kota Baru Indah. Penyebab banjir yang paling banyak karena curah hujan tinggi. Selain itu ada juga dugaan penyempitan aliran sungai, pendangkalan, dan juga streamback (longsor sungai) yaitu tabrakan arus dan badan sungai. "Ini yang terjadi seperti di Pulau Kayu Aro dan Pulau Pandan. "Banjir sering terjadi bulan November, Desember, Januari, Februari dan Maret," kata Dalmanto.
Pihak BPBD telah membuat langkah antisipasi banjir dengan apel siaga banjir dan water rescue. Baik di daerah dan provinsi telah menyiagakan pos 24 jam. "Di kantor BPBD, pos 24 jam, dengan enam petugas yang jaga. Untuk pantau informasi kalau ada kabar bencana," lanjutnya.
Persiapan personil dan peralatan dilakukan. Perahu, pelampung, radio yang rusak mulai diperbaiki supaya siap pakai. Personel dari TNI, Polair, Sabhara, Dinsos, Dinkes, dan sebagainya, sebanyak 120 orang telah siap di Kota Jambi. "Kalau di tiap-tiap kabupaten 30-40 orang personel BNPB. Minus Tanjabar, Tanjabtim, Sarolangun," katanya.