Senin, 20 April 2026

DPRD Akan Evaluasi PDAM

pihaknya akan segera melakukan rapat kerja bersama PDAM Ketapan

Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM  KETAPANG, -Ketua komisi III DPRD Ketapang Halipudin mengatakan, pihaknya akan segera melakukan rapat kerja bersama PDAM Ketapang dalam waktu dekat ini. Rapat tersebut sebagai evaluasi atas kinerja perusahaan plat merah tersebut.

“Masalah yang kita bahas menyangkut masalah pelayanan, sebagaimana diketahui, saat musim kemarau beberapa waktu lalu, suplai air ke pelanggan menjadi asin, jadi bagaimana solusinya agar masalah tersebut tidak sampai terjadi lagi,” kata Halipudin Senin (5/11/2012).

Halipudin mengatakan, jika dilihat dari kinerjanya, sepertinya tidak ada perubahan yang terjadi pada PDAM. Kata dia pelayanan kepada para pelanggan masih sama seperti yang sebelumnya, padahal pemerintah sudah memberikan suntikan berupa dana penyertaan modal sebesar Rp 14 milyar.

“Rapat tersebut jga akan membahas mengenai penyertaan modal, apa yang sudah dilakukan PDAM sekarang ini, sebab kita melihat tidak ada perubahan yang signifikan yang terjadi pada PDAM, kita juga ingin mencari solusi yang terbaik atas masalah ini,” tandasnya.

Halipudin mengatakan, selama ini air baku yang dipergunakan PDAM hanya mengandalkan dari sungai pawan.  Sementara jika musim kemarau sungai tersebut sudah tercampur dengan air laut, sementara ada riam berasap yang dibangun PDAM namun tidak dipergunakan.

“Kita ingin bagaimana bisa memanfaatkan Riam Berasap, sebab di sana kan sudah dibangun jaringan PDAM hanya saja sampai kini belum difungsikan, nah apakah memungkinkan jika Riam Berasap tersebut dimanfaatkan, karena sayang sekali dana yang sudah terlanjur keluar cukup besar,” tegasnya.

Banyak kalangan berpendapat bahwa proyek PDAM Riam Berasap milik Pemerintah Darah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang telah menelan APBD sekitar Rp 120 miliar itu, dikerjakan tanpa perencanaan yang matang, sehingga tidak bisa dimanfaatkan sampai saat ini.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Ketapang, Budi Mateus, mengungkapkan, proyek tersebut sudah sejak lama dibangun, namun hingga kini belum bisa mengalir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Ketapang.

“Secara fisik bangunan tuntas, tetapi tidak memberikan manfaat apa-apa. Artinya proyek itu lemah dalam perencanaannya. Mengapa dikatakan demikian, karena dana yang telah dikeluarkan lebih dari Rp 120 miliar, tetapi tidak ada hasil atau manfaat yang dirasakan rakyat,” ungkap Budi Mateus.

Buat Waduk

Direktur PDAM Ketapang M Taufik mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama ketika musim kemarau, ada beberapa usulan yang akan disampaikan PDAM, baik itu pemanfaatan Riam Berasap dan pemanfaatan aliran sungai lain.

“Kalau dari dinas PU sendiri sudah membuat konsep perencanaan terhadap Riam Berasap, yang mengarah ke grafitasi, namun itukan prosesnya masih panjang, dan membutuhkan biaya yang cukup besar,” kata Taufik.

Kata Taufik, PDAM sendiri sudah mempunyai konsep, diantaranya pemanfaatan smber air dari Mulya Baru. Namun jika memasuki musim kemarau, maka PDAM akan mengambil air dari sungai yang terdapat di Tanjung Pasar.

“Dari hasil survey yang kami lakukan bersama SDA beberapa waktu lalu kadar garam di sungai tersebut tidak terlalu tinggi disaat musim kemarau, jadi bisa dimanfaatkan. Dan itu sudah hampir final, bantuannya juga ada. Jaraknya kurang lebih 16-20 Km saja” katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved