Petani Sawit Minta Ketegasan Pemerintah
Sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) yang bergerak dibidang Kelapa Sawit di Kecamatan Sungai Bahar
TRIBUNNEWS.COM JAMBI, - Sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) yang bergerak dibidang Kelapa Sawit di Kecamatan Sungai Bahar mempertanyakan harga sawit plasma di PTP Nusantara VI yang lebih rendah dengan ketetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi.
Hal ini disampaikan sejumlah ketua KUD yang menangani penjualan kelapa sawit petani plasma.
Disampaikan Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mukti Tama Sungai Bahar Sarjono sudah lebih satu bulan harga TBS kelapa sawit plasma dijual dengan harga Rp 780 per kilogram (kg).
Sedangkan ketetapan provinsi Jambi harga TBS Rp 1.200-an per kg. "Harga sawit petani plasma di Sungai Bahar Rp 780 per kg. Ini turun jauh, sudah lebih sebulan," katanya, Minggu (11/11/2012).
Sarjono menjelaskan produksi sawit per bulan di KUD Mukti Tama, berkisar 1.500-2.000 ton. Belum lagi KUD yang lainnya, dengan harga yang begitu tentu produksi juga turun karena semua perawatan membutuhkan biaya yang tinggi.
"Jadi kok bisa harganya di bawah rata-rata provinsi. Kita tahu kalau harga TBS provinsi sudah Rp 1.200 per kilogram. Tapi di Sungai Bahar harga petani sawit plasma masih rendah," ungkapnya
Disampaikan Sarjono, pihak PTPN VI beralasan nilai crued palm oil (CPO) dan randemennya rendah.
Tapi kalau rendamennya rendah kenapa hanya terjadi di Sungai Bahar. Dia menuturkan semua petani meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jambi tentang ketapan harga sawit.
Hampir 80 persen Sungai Bahar mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani sawit.
"Kita minta ketegasan pemerintah lah, mana undang-undang yang kuat. Harga seperti ini sangat berdampak bagi kesejahteraan petani," terangnya. Ia juga mengatakan dalam waktu dekat semua KUD di Sungai Bahar sudah sepakat untuk melakukan pertemuan membahas masalah harga sawit ini.
Ditambahkan Suriono, Ketua KUD Sumber Makmur, Sungai Bahar, harga TBS yang di jual Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sampai Minggu, (kemaren,red) masih Rp 780 per kilogram. Ini harga sawit plasma yang paling super yang ditetapkan PKS tersebut.
"Memang harga TBS yang di provinsi nggak dipakai. Kami segenap pengurus KUD beserta kepala desa rencananya (Senin) akan mengadakan pertemuan membahas tentang harganya," ujarnya
Bahkan Suriono mengatakan harga terendah TBS plasma di Sungai Bahar, sementara PKS lain masih berkisar Rp 1.200-an.
"Karena harga yang paling rendah hanya di Sungai Bahar. Sementara harga sawit yang di Petaling, Merlung dan lainnya masih kisaran Rp 1.200-an per kilogramnya," sebutnya.
"Kalau alasan mereka harga CPO di Bahar ini pemasaran harganya murah, jadi jatuh harganya." Sambungnya yang juga mengatakan ada 14 kelompok tani dengan produksi lebih 500 ton per bulan.
Sementara soal harga sawit untuk petani swadaya, Suriono bilang, masih menurun harganya Rp 550 per kg, karena bukan buah super. "Harapan kita dengan ada pertemuan kita minta kita minta menstabilkan harga lah sesuai TBS provinsi lah," ungkapnya.
Ia menjelaskan di Sungai Bahar pabrik PKS, PTP Nusantara VI ada tiga lokasi, yakni Pinang Tinggi, Bunut, dan Tanjung Lebar. Sementara hanya PKS Pinang Tinggi yang menerima TBS.
"Nampaknya Bunut sama Tanjung Lebar sudah nggak ngolah, dan tidak menerima TBS, karena alasannya tangki mereka sudah penuh. Jadi sekarang yang menerima Pinang Tinggi," kata Suriono.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Jambi, Muhammad ketika dikonfirmasi mengakui hal itu. Ia bahkan menyarankan agar semua PKS yang ada duduk bersama untuk membahas permasalahan sawit di Jambi.