Petani Sawit Minta Ketegasan Pemerintah
Sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) yang bergerak dibidang Kelapa Sawit di Kecamatan Sungai Bahar
"Termasuk PKS yang ada di Sungai Bahar, kenapa PTPN tidak patuh dengan peraturan pemerintah, kalau memang dia ada juga aturan, jadi mana yang lebih kuat dengan aturan pemerintah," tegasnya
Lebih lanjut, muhammad mengatakan PTPN VI juga merupakan anggota penetapan harga TBS di Disbun provinsi Jambi. Harga ril dari pemerintah sebenarya sudah ditetapkan di dinas Perkebunan Provinsi Jambi setiap seminggu sekali. Itu yang seharusnya menjadi patokan.
Benny Soebagio, Sekretaris PTPN VI mengatakan rendahnya pembelian TBS itu karena harga CPO sedang anjlok di pasaran.
Dan harga itu bukan saja turun di PTPN VI tetapi di perusahaan swasta juga demikian. Penyebab lain salah satunya adalah randemen, di provinsi Jambi randemen 21 persen, di Sungai Bahar 18-an persen.
"Karena di provinsi kan harga CPO anjlok trus, jadi harga pasar-pasar kita memang di bawah harga ketetapan. Bukan kita saja, di beberapa perusahaan swasta pun sama," ungkapnya
Dia memperkirakan harga ini akan sampai Desember tetap mengalami penurunan. Tetapi kalau harga CPO sudah stabil harganya bisa di atas provinsi. Jadi ini karena fluktuasi harga CPO saja.
Sesuai harga pasar
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Disbun Provinsi Jambi Putri Rainun mengatakan dari hasil rapat penetapan harga TBS kelapa sawit untuk periode 9 November sampai 15 November 2012, harga TBS Rp 1.228 per kg, harga itu untuk perkebunan yang bermitra dengan perusahaan, termasuk petani sawit plasma.
Ditanya soal PTPN VI yang menetapkan harga TBS sendiri, ia mengakui hal itu. Karena Rainun bilang, mereka beralasan sesuai dengan harga pasar.
Lebih lanjut, Rainun mengatakan hal ini sudah pernah diberikan teguran, namun dia belum tahu tindak lanjut hal itu. "PTPN VI memang punya harga sendiri, karena mereka menetapkan harga berdasarkan randemen," ujarnya. (hdp)
Baca Juga :
- Noah Janjikan Kejutan 4 menit lalu
- Pasangan Cagub Mulai Gerilya 9 menit lalu
- Kronologis Kecelakaan Bus 2 jam lalu
- Nenek Lima Cucu Ini Dicokok Polisi Karena Jualan Sabu 2 jam lalu