Minggu, 7 Juni 2026

Menang Tender, Proyek Jangan Dijual Lagi

Bupati Nunukan Basri meminta para pemenang tender proyek pemerintah, agar tidak menjual lagi proyekny

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN- Bupati Nunukan Basri meminta para pemenang tender proyek pemerintah, agar tidak menjual lagi proyeknya untuk dikerjakan pengusaha lain. Persoalan ini diduga menjadi salah satu penyebab, tidak maksimalnya pelaksanaan proyek-proyek di lapangan.

“Kalau menang tender dikerjakan sendiri, jangan dijual lagi,” ujarnya.

Untuk mengerjakan proyek pemerintah, seharusnya kontraktor dimaksud mengukur kemampuannya sebelum mengikuti tender. Sebab tak bisa dipungkiri, tidak sedikit kontraktor yang tidak punya kemampuan namun nekat ikut tender. Saat menang tender, akhirnya mereka menjual proyek dimaksud kepada orang lain.

“Kalau mampunya cuma mengerjakan penunjukan langsung (PL), biar PL saja. Jangan ikut proyek besar, begitu menang tidak punya modal, tidak punya alat untuk kerja. Bisanya cuma dijual saja,” ujarnya.

Secara administrasi, kontraktor dimaksud memang menang tender. Tapi fakta di lapangan mereka justru tidak bisa bekerja.

“Jadi sesungguhnya kalau dapat proyek dilihat kemampuannya. Jangan dapat dijual lagi. Jangan tidak punya AMP mau ikut tender proyek pengaspalan. Mau kerja proyek tidak punya batu, tidak punya pasir,” katanya.

Ia juga menegaskan, selama ini para kontraktor memenangkan tender karena usaha mereka sendiri. Tidak ada campur tangan Bupati untuk memenangkan kontraktor tertentu.

Dengan sistem elektronik, tertutup peluang untuk mengatur pemenang tender. “Proyek sekarang bukan manual, jadi tidak bisa diatur. Jangan dicurigai, saya bisa memenangkan tender. Itu usaha mereka sendiri,” ujarnya.

Kalaupun belakangan diketahui ada sejumlah pemenang tender ternyata tidak punya kemampuan bekerja di lapangan, itu bukan karena kesalahan panitia lelang. Sebab secara administrasi, kontraktor dimaksud memang memenuhi syarat untuk dimenangkan.

Basri mengatakan, jika pembangunan tidak bisa berjalan dengan baik karena adanya permainan jual beli proyek seperti ini, justru yang merasakan dampaknya adalah orang banyak. Para kontraktor ini semestinya menyadari jika pembangunan ini dilaksanakan untuk kepentingan orang banyak.

“Proyek ini bukan untuk balas budi, jadi ini proyek betul-betul untuk pembangunan bagi orang banyak,” katanya.

Baca  Juga :

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved