Ratusan Perangkat Hari Ini Kepung DPRD Ponorogo
Saya sudah menunggu lama di ruang tunggu
TRIBUNJATIM.COM,PONOROGO - Sekitar 250 perwakilan perangkat desa se-Kabupaten Ponorogo bakal mengepung gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Rabu (21/11) siang.
Ini menyusul tim 9 bentukan perangkat yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ponorogo gagal menemui Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, Selasa (20/11/2012).
Apalagi, setelah ditunggu-tunggu berjam-jam, mantan pejabat di lingkungan Pemkab Madiun itu, justru meninggalkan perwakilan perangkat itu melalui pintu belakang kantornya.
Padahal, para perangkat ini hendak menanyakan kenaikan Tunjangan Penghasilan Perangkat (TPP) desa Tahun 2013 yang hanya mengalami kenaikan dari Rp 550.000 menjadi Rp 700.000 lebih atau sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Ponorogo.
Namun, Sekda tidak memperkenankan kenaikan itu. Namun, untuk Kades selama ini mendapatkan TPP Rp 750.000 per bulan.
Tim 9 perangkat ini terdiri dari Kasmani, Tuji, Yudi, Solikhin, Wiji, Sisworo, Beni, Cipto dan Mujiono. Selasa (20/11) mereka masuk ke ruang Sekda Ponorogo.
Namun sampai di ruang tunggu, salah satu staf di ruang Sekda menghampiri perwakilan perangkat ini mengaku jika Sekda tidak mau bertemu dengan 9 anggota PPDI tersebut.
Setelah ditunggu lama, akhirnya Sekda keluar lewat pintu belakang untuk menghindari bertemu perwakilan perangkat ini.
"Saya sudah menunggu lama di ruang tunggu. Justru seorang staf menjelaskan jika Sekda belum bisa bertemu dan keluar lewat pintu belakang," kata Tuji, yang menjabat Kaur Pemerintahan Desa Kori, Kecamatan sawoo ini kepada Surya, Rabu (21/11/2012).
Selain itu, kata Tuji yang ditunjuk sebagai juru bicara menjelaskan jika kedatangannya menemui Sekda tersebut hanya ingin menanyakan kejelasan tambahan TPP. Karena sehari sebelumnya, PPDI meminta kepada Pemkab ponorogo untuk menaikkan TPP disesuaikan UMK Kabupaten Ponorogo sebesar Rp 700.000 lebih itu. Namun ternyata Sekda tidak berkenan.
"Karena ulah Sekda seperti itu, kami langsung menggerakan ratusan perangkat desa di seluruh Ponorogo sampai tujuan kami tercapai sesuai harapan.
Karena masih awal hari ini kami bersama sekitar 210 perangkat desa akan turun jalan dengan perwakilan setiap kecamatan membawa 10 perangkat desa mengepung DPRD Ponorogo," imbuhnya.
Kekecewaan semakin menuncak, Setelah tidak ditemui dan tidak diterima Sekda, 9 orang tersebut langsung menuju Kantor DPRD Ponorogo dan ingin menemui Ketua DPRD Ponorogo. Namun Ketua DPRD ada acara dinas di Jakarta, mereka pun hanya ditemui Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Atika Banowati.
"Kami akan sampaikan unek-ubnek ini ke DPRD sebagai wakil rakyat. Namun ketua tak ada di tempat dan kemarin, kami ditemui Wakil Ketua DPRD, Atika Banowati dan Agus Dwi. Menurut Atika harapan kami akan diwujudkan namun nilainya berapa belum jelas. Jika ada tambahan Rp 50.000 belum sesuai UMK Ponorogo," paparnya.
Oleh karenanya, Tuji mengancam hari ini akan membawa massa perangkat Desa sekitar 210 perangkat desa ke Gedung DPRD untuk mengawal acara sidang parpurna di Gedung Dewan itu.