Senin, 13 April 2026

Seni Budaya

Wayang Kulit Terancam Punah, Banyak Dalang Sepi Penonton

Wayang kulit diusulkan masuk pelajaran sekolah karena terancam punah. Banyak dalang tapi sepi penonton.

Laporan Wartawan Tribunnews, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Dunia seni wayang kulit Indonesia kini menghadapi problem yang serius. Bukan terkait jumlah dalang, tapi  jumlah penonton kian lama kian menyusut.

"Kalau dari segi jumlah dalang, kita mencukupi. Kita mempunyai perguruan tinggi yang mempunyai jurusan pedalangan, sanggar wayang di seluruh Indonesia. Saat ini jumlah dalang hampir 2000-an, tapi penonton makin sedikit, " tutur Suparmin Sunjoyo, Ketua Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi) di sela-sela konferensi pers Wayang Summit di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Dikatakan, saat ini 80 persen penonton wayang berusia di atas 50 tahun. Untuk itu, pihaknya telah mengusulkan untuk memasukan wayang menjadi bagian kurikulum di pelajaran sekolah. "Sayangnya sampai sekarang belum direspon. Kenapa perlu masuk kurikulum karena akan menjadi kewajiban," katanya.

Lantas bagaimana mendorongnya supaya wayang tetap eksis? Di samping mengenalkan  sejak dini di sekolah, kita mengikuti selera yg diinginkan, misalnya menggunakan bahasa Indonesia. "Durasi diganti dari semalam suntuk jadi 2-3 jam dan cerita menyangkut situasi sekarang. Juga gending, instrumen yang akan jadi daya tarik," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Suriname ini.

Klik TRIBUN JAKARTA Digital Newspaper
(Berita, artikel dan foto-fotonya dijamin WOW!)


Baca Artikel Menarik Lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved