Jumat, 5 Juni 2026

Sering Main HP Sebelum Tidur? Ini yang Terjadi pada Otak Anda

Para ahli saraf memperingatkan bahwa kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur dapat mengganggu ritme sirkadian

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Pexels
ILUSTRASI SCREEN TIME - Gadis remaja menggunakan ponsel pintar sambil bersantai di sofa, menggambarkan waktu luang dan konektivitas. Para ahli saraf memperingatkan bahwa kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur dapat mengganggu ritme sirkadian 

Ringkasan Berita:
  • Para ahli saraf memperingatkan bahwa kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur dapat mengganggu ritme sirkadian 
  • Hal ini menunda pelepasan hormon melatonin yang membantu proses tidur.
  • Kurang tidur akibat screen time berlebihan dapat memengaruhi daya ingat, konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan, dan kesehatan otak secara keseluruhan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kebiasaan sehari-hari dapat mendukung maupun mengganggu kesehatan otak. Berolahraga, mempelajari keterampilan baru, serta mengonsumsi buah dan sayuran dapat memberikan manfaat bagi otak. Sebaliknya, terlalu banyak waktu di depan layar mungkin justru merugikannya.

Banyak orang mengambil ponsel mereka untuk bersantai di penghujung hari sebelum tidur.

Namun para ahli sepakat bahwa kebiasaan ini sebaiknya dihentikan. Para neurolog menjelaskan bagaimana kebiasaan menggulir layar (scrolling) pada malam hari memengaruhi otak serta memberikan tips untuk menjaga kebersihan penggunaan layar (screen hygiene).

Dapat Menunda Pelepasan Melatonin

Jadwal harian Anda mungkin diatur oleh waktu yang terlihat di ponsel, tetapi tubuh sebenarnya memiliki jam biologis internal yang disebut ritme sirkadian.

Jam biologis ini mengatur berbagai proses tubuh, termasuk produksi hormon. Ritme sirkadian sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga penggunaan layar setelah gelap dapat mengganggu keseimbangannya.

Salah satu hormon yang terdampak adalah melatonin, hormon yang diproduksi otak untuk membantu proses tidur.

Menurut Joanna Fong-Isariyawongse, otak melepaskan melatonin saat berada dalam kondisi cahaya redup sebagai sinyal bahwa tubuh sudah waktunya beristirahat.

"Penggunaan layar pada malam hari dapat mengelabui otak sehingga mengira hari masih siang. Akibatnya, pelepasan melatonin tertunda dan seseorang menjadi lebih sulit tertidur," jelasnya.

Baca juga: Bukan Amblyopia, Ini Dampak Sebenarnya Screen Time Berlebihan bagi Mata Anak

Dapat Memengaruhi Daya Ingat

Penggunaan layar memengaruhi kualitas tidur, dan pada akhirnya dapat berdampak pada memori.

Menurut Smita Patel, saat tidur otak sebenarnya tetap bekerja dengan memindahkan informasi yang dipelajari sepanjang hari ke penyimpanan memori jangka panjang.

Tidur nyenyak berperan dalam memindahkan memori dari penyimpanan jangka pendek ke jangka panjang, sementara fase mimpi membantu otak memproses emosi dan informasi baru.

Ketika penggunaan layar mengurangi waktu tidur, proses penting tersebut dapat terganggu.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved