Jumat, 10 April 2026

Pemilihan Gubernur Sulsel

Pengamat Menilai Program Bebas IA Usang

program yang diluncurkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) tidak ada yang baru di Sulsel.

Editor: Budi Prasetyo

Laporan Reporter Tribun Timur / Adin Syekhuddin

 
TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR -- Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Prof Dr Hamdan Juhannis menilai bahwa program yang diluncurkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) tidak ada yang baru di Sulsel.

Mulai dari bebas biaya pendidikan, kesehatan, sertifikat tanah, angkutan sekolah, kredit usaha dan lain sebagainya.

"Semuanya program lama dan usang. Semuanya sudah dilaksanakan pemerintah daerah," kata Hamdan, Jumat (23/11/2012) di Makassar.

Dia mengatakan, wajar jika ada beberapa bupati atau kepala daerah tidak terlalu respek dengan program IA tersebut. Karena memang masing-masing kepala daerah sudah menjalankannya sejak mereka dilantik.

Beda waktu Syahrul Yasin Limpo maju dulu tahun 2007 dengan mengusung program andalan pendidikan dan kesehatan gratis. Memang sesuatu yang beda, dan sebuah terobosan.

"Yang baru dari Bebas IA adalah kartunya. Itu saja, isinya dan janji-janjinya itu sudah lama, dan sudah dijalankan pemerintah daerah serta permeintah provinsi," jelas Hamdan.

Itu pun, lanjut guru besar UIN ini, model kartu itu. Sudah dijalankan Gubernur DKI Joko Widodo. "Jadi betul itu Bupati Wajo (Burhanuddin Unru) semuanya tidak ada yang baru," tambahnya.

Menurutnya,  ada tidak adanya pilgub Sulsel, program itu sudah jalan di masing-masing daerah.

Baca  Juga  :

 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved