Dedi Mulyadi Soroti Modus Penampakan Pocong: Dari Iseng, Minta-Minta hingga Merampok
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi respons isu pocong di Bandung Barat, imbau warga aktif siskamling dan aparat tingkatkan patroli.
Ringkasan Berita:
- Isu teror pocong di Bandung Barat viral di media sosial, disebut mengetuk rumah warga sambil membawa senjata tajam.
- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menilai aksi itu meresahkan dan mengimbau warga aktifkan siskamling.
- Polisi menelusuri laporan, menduga sosok hanyalah orang berkostum putih
TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut merespons viralnya isu teror pocong yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Terbaru, beredar video yang menarasikan sosok berpakaian putih menyerupai pocong berkeliaran di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Dalam video tersebut, sosok itu disebut mengetuk pintu dan kaca rumah warga secara acak sambil membawa senjata tajam.
Motif Penampakan Pocong
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menilai aksi tersebut meresahkan masyarakat apa pun motif di baliknya.
“Pocong memang menjadi hal yang meresahkan warga. Kalau di Lembang dan Bandung, pocong dioperasi Satpol PP karena keluarnya salah, harusnya malam hari, ini siang hari untuk meminta-minta ke setiap mobil yang lewat,” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan videonya di TikTok, Selasa (26/5/2026).
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, berbagai modus menggunakan kostum pocong kini marak terjadi di sejumlah daerah, mulai dari aksi meminta-minta hingga dugaan tindak kriminal.
“Modusnya bisa minta-minta, pencurian atau perampokan, dan main-main atau iseng. Tetapi ketiga-tiganya menurut saya meresahkan,” katanya.
Baca juga: Geger Isu Teror Pocong di Bekasi, Kapolres Sebut Hanya Manusia Menyamar
Langkah Antisipasi
Sebagai langkah antisipasi, Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di masing-masing wilayah.
“Untuk itu, mari kita bersama-sama melakukan patroli siskamling di lingkungan masing-masing. Ada grup WA yang bisa diaktifkan di setiap lingkungan warga, alarm yang bisa dibunyikan saat ada sesuatu yang dianggap bahaya termasuk pocong yang mengganggu kenyamanan warga, ada kentungan kalau di desa-desa,” tuturnya.
Ia juga meminta aparat keamanan wilayah seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus meningkatkan koordinasi demi menjaga keamanan warga.
“Para Babinsa dan Bhabinkamtibmas bisa terus bahu-membahu, bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketenangan warga. Kapolres dan Danramil bisa mendorong patroli,” ungkapnya.
Selain itu, Dedi mengaku akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, hingga jajaran TNI untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Seluruhnya adalah tanggung jawab kami sebagai penyelenggara negara yang harus menjamin keamanan dan kenyamanan warga,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Dedi mengimbau warga agar tetap tenang namun waspada menghadapi isu yang beredar.
“Untuk warga, panik jangan, waspada harus,” tutupnya.