Dua Hari Beroperasi Bandara Kalimarau Alami Kerusakan
Baru dua hari Bandara Kalimarau beroperasi, namun lantai keramik mengalami kerusakan.
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen
.
TRIBUNNEWS.COM TANJUNG REDEB, - Baru dua hari Bandara Kalimarau beroperasi, namun lantai keramik mengalami kerusakan. Menurut penuturan petugas keamanan bandara, peristiwa itu sempat mengejutkan para pengguna jasa transportasi udara yang mulai memadati terminal baru Bandara Kalimarau.
"Suaranya keras sekali, sampai orang-orang lari karena dikira ada gempa," kata seorang personil keamanan bandara. Dirinya menuturkan, saat kejadian, lantai keramik tiba-tiba melengkung sebelum akhirnya pecah dan menimbulkan suara yang cukup mengejutkan penumpang.
Diketahui ada 4 titik lantai pecah di ruang tunggu A, Otoritas Bandara yang mengetahui kejadian tersebut sempat memindahkan para penumpang ke ruang tunggu B.
Dinas Perhubungan yang dipercaya ikut mengelola aset Pemkab Berau senilai Rp 450 milyar itu, menilai peristiwa pecahnya lantai bandara merupakan peristiwa yang normal pada bangunan.
"Saya sudah konsultasi dengan Dinas Pekerjaan Umum yang biasa menangani proyek, kata mereka, itu memang bisa terjadi, bahkan dulu kantor PU juga pernah mengalami seperti itu," terah Fahmi Rizani, Kepala Dinas Perhubungan Berau, Jumat (7/12/2012).
Fahmi mengatakan, peristiwa itu bukan kelalaian, namun karena faktor alam, meski demikian Fahmi mengatakan, keruskan lantai tersebut masih menjadi tanggungjawab kontraktor.
PT Total Bangun Persada yang mengerjakan proyek pembangunan terminal baru Bandara Kalimarau, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurut Herlambang Anton, Site Manager PT Total Bangun Persada, kejadian itu merupakan hal yang sangat biasa pada bangunan yang sudah lama tidak digunakan.
"Istilahnya popping, usia bangunan itu sudah setahun lebih tidak digunakan, konstruksi bangunan juga menggunakan kaca, sehingga panas matahari masuk ke dalam bangunan, begitu bandara dioperasikan dengan pendingin ruangan, ada perubahan suhu yang sangat ekstrim, keramik-keramik itu memuai sehingga terjadi popping," jelasnya.
Anton juga memaparkan, pihaknya telah melakukan antisipasi sebelumnya dengan memberikan perekat pada setiap sambungan lantai keramik, menurutnya, jika tidak diantispasi, kondisinya bisa jadi akan lebih parah.
Meski sudah melakukan serah terima bangunan, namun pihaknya mengaku masih bertanggungjawab terhadap pecahnya lantai keramik tersebut. "Itu masih tanggungan kami, karena ada kontrak setelah pembangunan masih ada garansi," ujar Anton.
PT Total Bangun Persada langsung melakukan perbaikan pada malam harinya, sehingga pada hari Jumat pagi fasilitas bandara sudah dapat digunakan kembali secara normal. "Kami sudah mengganti keramik yang pecah, kami kerjakan sampai jam 4 subuh, supaya kenyamanan penumpang tidak terganggu," ungkapnya.
Baca Juga :
- Fanny Mengaku Sudah Cukup dengan Aceng Fikri 3 menit lalu
- PDS Klaim Verifikasi Parpol Sukses 11 menit lalu
- Simpang Rapak Paling Prioritas Dibangun Jembatan Layang 16 menit lalu