Teroris Kabur
Polri Telusuri Orang yang Bantu Roki Kabur
Hingga saat ini Polri masih menelusuri orang yang membantu Roki Aprisdianto keluar dari tahanan Polda Metro Jaya pada 6 November 2012
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga saat ini Polri masih menelusuri orang yang membantu Roki Aprisdianto keluar dari tahanan Polda Metro Jaya pada 6 November 2012. Apakah orang-orang yang datang ke Rutan Polda Metro Jaya saat itu atau ada orang lain.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa pada saat Roki kabur saat itu ada sekitar 30 orangan wanita bercadar datang ke Rutan Polda Metro Jaya.
"Tapi saat itu tidak ada yang membesuk Roki," ucap Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2012).
Hingga saat ini Boy mengaku belum mendapatkan informasi yang lengkap terkait bagaimana Roki kabur saat itu. Roki hingga saat ini masih berada di Polda Jawa Timur untuk dilakukan pemeriksaan.
"Apakah ibu-ibu yang datang saat itu membawakan pakaian bercadar untuk Roki atau sudah dipersiapkan sebelumnya? Bagaimana pun kita masih mendalami hubungan ibu-ibu (bercadar) itu dengan Roki, apakah terkait atau tidak,"kata Boy.
Roki merupakan teroris yang divonis enam tahun penjara, ia berhasil kabur dari tahanan ketika sejumlah orang melakukan kujungan ke rumah tahanan yang memang dikhususkan untuk para teroris.
Saat itu, Selasa (6/11/2012) sekitar pukul 13.00 WIB ada sejumlah orang datang ke rumah tahanan yang terletak dilantai empat Polda Metro Jaya.
Roki divonis bersama enam terdakwa teroris kelompok Klaten lainnya yaitu Yudo Anggoro, Nugroho Budi Santoso, Tri Budi Santoso, Joko Lelono, dan Agung Jati Santoso oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (08/11/2011).
Roki sebagai otak kelompok teroris Klaten diganjar hukuman penjara selama 6 tahun. Sedangkan Yudo Anggoro, Nugroho Budi Santoso, Tri Budi Santoso, Joko Lelono, dan Agung Jati Santoso masing-masing divonis 5 tahun penjara.
Kelompok teroris pimpinan Roki Aprisdianto pernah melakukan aksi teror bom di beberapa tempat di Klaten pada November hingga Desember 2010. Beberapa tempat yang menjadi sasaran bom kelompok Klaten ini diantara tiga pos Polisi, dua buah Gereja, dan sebuah Mesjid dengan tujuan untuk menyebar fitnah.