Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel
Tak Cuma Dipukul dan Ditendang, WNI yang Ditahan Israel Juga Ditembak dengan Peluru Karet
Para tentara Israel melakukan kekerasan terhadap para relawan, kemudian ditangkap, diikat, hingga diseret paksa ke kapal besar milik militer Israel.
Ringkasan Berita:
- Saat detik-detik kejadian, Herman mengatakan bahwa mereka tidak bisa menghindar dari kejaran tentara Israel, padahal kala itu posisi kapal masih jauh dari wilayah Palestina.
- Para tentara Israel melakukan kekerasan terhadap para relawan, kemudian ditangkap, diikat, didorong, hingga diseret paksa ke kapal besar milik militer Israel.
- Para relawan mendapatkan banyak pukulan dari tentara Israel. Bahkan, ada juga WNI yang ditembak dengan peluru karet oleh tentara Israel hingga terlihat lukanya.
TRIBUNNEWS.COM - Salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh tentara Israel, Herman Budianto, menceritakan detik-detik kapal Global Sumud Flotilla (GSF) dicegat Israel dan para relawan ditahan.
Sebelumnya, sembilan WNI yang ikut berlayar dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Siprus, Mediterania Timur, ditahan Israel.
Mereka mendapatkan berbagai kekerasan. Namun, pada Kamis (21/5/206), sembilan WNI itu telah bebas dan sekarang sedang berada di Istanbul, Turki, bersiap untuk pulang ke Tanah Air.
Saat detik-detik kejadian, Herman mengatakan bahwa mereka tidak bisa menghindar dari kejaran tentara Israel, padahal kala itu posisi kapal masih jauh dari wilayah Palestina.
"Kita masih berada di perairan Mediterania. Jadi belum masuk ke wilayah Palestina. Jadi masih jarak yang pertama itu masih sekitar 250 mil. Kalau saya ditangkap di jarak 100 mil ya. Jadi masih jauh sebenarnya," ucapnya, Jumat (22/5/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
"Kemudian didatangi dengan kecepatan penuh kapal perang dari penjajahan yang di sana. Kemudian diturunkan kapal-kapal kecil berupa kapal sekoci dan juga kapal perang kecil untuk mengejar kami dan kami sudah tidak bisa menghindar lagi," imbuhnya.
Setelah itu, kata Herman, para tentara Israel itu melakukan kekerasan terhadap para relawan, kemudian ditangkap, diikat, didorong, hingga diseret paksa ke kapal besar milik militer Israel.
"Melakukan banyak kekerasan verbal juga. Kemudian kami dipindahkan ke kapal yang besar, dibawa ke sana dan di sanalah mulai kekerasan yang lebih dahsyat lagi. Jadi tangan kami sudah terikat di belakang dengan sangat luar biasa," tutur Herman.
Saat berada di kapal besar milik Israel itu, para relawan mendapatkan banyak pukulan dari tentara Israel.
"Kami harus posisi duduknya dengan lutut kami, dengan posisi mendekati sujud ya. Kalau kita naik kepala sedikit langsung dipukul ya, baik pukul kepala, diinjak kepala, dipukul perut, dada, dan lain-lainnya itu sudah tidak terhitung jumlahnya," ucap Herman.
Bahkan, kata Herman, ada juga WNI yang ditembak dengan peluru karet oleh tentara Israel hingga terlihat lukanya.
Baca juga: MUI: Pembebasan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dari Israel Tidak Ada Andil BoP
"Di tempat lain bahkan sampai di ada teman kami yang ditembak bagian punggungnya dengan peluru karet ya, kelihatan lukanya. Ada juga dua orang yang saya lihat, yang di punggung sama yang di pundak, itu perempuan, dan itu terus mengalami tindak kekerasan tadi," paparnya.
Para WNI Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Minggu Sore
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi sembilan WNI tersebut dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5/2026) sore.
Mereka akan terbang dari Istanbul, Turki.