Rabu, 3 Juni 2026

Razia Selalu Bocor, Polisi Razia Tanpa Satpol PP

Awalnya selalu bocor, jadi kami putuskan untuk lakukan razia sendiri secara diam-diam

Tayang:

Laporan dari Haorrahman wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Penutupan lokalisasi Bangunsari Surabaya, ternyata tidak membuat praktek prostitusi di wilayah tersebut berhenti. Bahkan praktek prostitusi kini beralih ke losmen dan kamar kos short time, di kawasan Bangunsari.

Itulah yang membuat polisi saat ini getol melakukan razia losmen, hotel, dan kamar kos di Bangunsari. Setidak di awal tahun ini, Polsek Krembangan dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, lebih dari lima kali melakukan razia.

Awal-awal melakukan razia selalu bocor. Sehingga membuat razia yang dilakukan polisi dan Satpol PP tidak maksimal.
Belajar dari pengalaman, akhirnya polisi bekerja sendiri, tanpa bekerja sama dengan Satpol PP.

"Awalnya selalu bocor, jadi kami putuskan untuk lakukan razia sendiri secara diam-diam. Anggota yang dikerahkan juga tidak terlalu banyak," kata Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Lily Djakfar, Selasa (8/1/2013).

Hasilnya pun cukup efektif. Dini hari tadi, polisi berhasil menjaring 18 pasangan di luar nikah, yang diamankan di losmen Lestari dan Srikandi di Dupak Bangunsari.

Dua hari sebelumnya, polisi juga menjaring 38 pasangan di luar nikah. Sehingga total terdapat 56 pasangan di luar nikah yang diamankan.

"Selanjutnya mereka di tindak pidana ringan, dan diberikan pengarahan," kata Lily.

Kemarin, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama pihak Pemkot Surabaya, melakukan pengarahan dan pendataan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang di pulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Terdapat 30 PSK di Bangunsari yang dipulangkan.

Sebelumnya telah 153 PSK Bangunsari telah mendaftar program pemulangan, dan 116 Psk sudah dipulangkan, kegiatan tersebut di lakukan untuk mendukung program Pemkot yang menutup lokalisasi Bangunsari.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved