Sabtu, 11 April 2026

Dominasi Industri Kertas dan Perkebunan

Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Riau, hingga semester ketiga tahun 2012, tercatat sebanyak sekitar Rp 4,1 triliun

Editor: Budi Prasetyo

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Hengki
* Investasi di Riau Tahun 2012 Tembus Rp 15 Triliun

TRIBUNNEWS.COM PEKANBARU, - Penanaman Modal Asing (PMA) di Riau hingga triwulan ketiga tahun 2012 tercatat sebanyak sekitar satu miliar dollar Amerika Serikat. Jumlah ini, meningkat hampir tujuh ratus persen dibanding nilai PMA periode triwulan III tahun 2011 yang berjumlah sekitar 114 juta dollar AS lebih.

Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Riau, hingga semester ketiga tahun 2012, tercatat sebanyak sekitar Rp 4,1 triliun. Jumlah ini meningkat empat ratus persen lebih dibanding jumlah PMDN pada semester ketiga tahun 2011 yang berjumlah sebesar sekitar Rp 805 miliar lebih.

"Melihat angka investasi sampai dengan triwulan ketiga tahun 2012, kami memprediksi, secara total tahun 2012, nilai penanaman modal ke Riau, baik dari PMA maupun PMDN tidak kurang dari Rp 15 Triliun," ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau, Adizar, Kamis (10/1/2013).

Menurutnya, hingga pertengahan Januari, BKPM belum melansir nilai penanaman modal hingga triwulan keempat tahun 2012.

Secara garis besar, penanaman modal di Riau masih mendominasi di beberapa sektor. Di antaranya sektor industri kertas dan perkebunan. Selain itu, sektor industri makanan dan industri kimia juga turut menyumbang total penanaman modal di Riau itu.

Untuk penanaman modal asing, investasi dari Jepang dan RRC masih mendominasi penanaman modal ke Riau. "Kami melihat, tren konsosium dua atau lebih negara, malah memberikan kontribusi terbesar untuk penanaman modal di Riau tahun 2012," kata Adizar.

Meski demikian, Adizar mengutarakan, pemerintah provinsi tidak terlalu ambil pusing dari mana asal duit penanaman modal itu. "Karena yang menjadi target pembangunan tentunya terciptanya lapangan kerja baru dan perputaran ekonomi dari masuknya investasi," tutur Adizar. (hnk)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved