Cuaca Ekstrim Masih Berlangsung Januari dan Februari
Cuaca ekstrim yang melanda Indonesia diperkirakan akan berakhir bulan Januari atau Februari bulan depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cuaca ekstrim yang melanda Indonesia diperkirakan akan berakhir bulan Januari atau Februari bulan depan.
"Potensi hujan lebat akan terjadi dan puncaknya adalah Januari dan Februari masih ada angin kencang. Kami bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulanan Bencana) mengumumkan siaga bencana," ujar Menkokesra HR. Agung Laksono saat jumpa pers yang diikuti tribunnews.com, di kementerian bidang komunikasi dan informatika, Jumat (11/1/2013).
Agung mengatakan berdasarkan data yang dihimpun dari BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika) Indonesia harus sangat waspada bulan Januari.
Untuk itu, lanjut Agung, pemerintah sudah memberikan pengarahan kepada gubernur, bupati, dan walikota di daerah yang dilanda bencana alam segera mobilisasi sumber daya untuk menolong korban benca alam.
"Meningat kondisi cuaca ekstrim saat ini agar para kepala daerah meningkatkan early system. Segera keluarkan cadangan beras 50 ton di setiap provinsi, kabupaten/kota oleh DOLOG/SUBDOLOG terutama bagi para pengungsi," Menkokesra ujar HR Agung Laksno, saat menggelar jumpa pers yang diikuti tribunnews, di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat (11/1/2013).
Agung juga menyoroti agar kepala daerah tersebut memperhatikan nasib nelayan yang tidak bisa melaut akibat naiknya gelombang laut.
"Kalau seminggu tidak bisa melaut bisa rawan pangan. Gubernur, bupati, wali kota berwenang dan jangan sampai mereka kesulitan bahan pangan," tegasnya.
Agung pun menghimbau kepada semua lapisan masyarakat agar tetap memperhatikan pengumumand dari pemerintah terkait cuaca terekstrim dalam 30 tahun terakhir ini.