Senin, 1 Juni 2026

Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri

Seskab Teddy Tanggapi Kritik Kunjungan LN Prabowo, Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi

Seskab Teddy menanggapi kritik Dino Patti Djalal soal kunjungan LN Prabowo. Kelebihan biaya disebut ditanggung pribadi Presiden.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Taufik Ismail
Dok. Setpres
BIAYA KUNJUNGAN LUAR NEGERI - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau Mayor Teddy mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (12/11/2024). Terkini, Teddy menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. 

Ringkasan Berita:
  • Dino Patti Djalal menyoroti frekuensi dan biaya kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.
  • Seskab Teddy menegaskan kelebihan biaya perjalanan ditanggung pribadi Presiden.
  • Pemerintah menyebut kunjungan luar negeri bagian dari diplomasi aktif di tengah situasi global.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, yang menyoroti frekuensi perjalanan dan besaran biaya.

Menjawab hal tersebut, Teddy menegaskan bahwa kelebihan biaya perjalanan luar negeri yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo.

Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Instagram, Senin (1/6/2026).

“Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy.

 
Dino Kritik Frekuensi dan Biaya Kunjungan Prabowo

Dino Patti Djalal sebelumnya menilai kunjungan luar negeri Presiden Prabowo memiliki intensitas tinggi sejak menjabat.

Ia menyebut dalam pola tertentu, Presiden bisa menghabiskan waktu cukup sering di luar negeri, yang menurutnya menimbulkan pertanyaan di publik.

“Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri,” kata Dino.

Dino juga menyoroti aspek biaya perjalanan luar negeri yang disebutnya dapat mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah dalam satu agenda kunjungan.

Baca juga: DPR Setujui Keinginan Prabowo soal Pelajaran Bahasa Prancis: Tapi Masih Butuh Kajian dan Kesiapan

 
Rombongan Diklaim Lebih Ringkas

Menanggapi sorotan tersebut, Teddy menjelaskan bahwa jumlah rombongan Presiden dalam kunjungan luar negeri kini lebih kecil dibanding periode sebelumnya.

Ia menyebut jumlah delegasi saat ini berada di kisaran 50 hingga 60 orang, turun signifikan dari sebelumnya yang bisa lebih dari 120 orang.

“Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran,” ujar Teddy.

 
Diplomasi di Tengah Situasi Global

Teddy menegaskan bahwa kunjungan luar negeri Presiden tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang berlangsung cepat.

Menurutnya, kondisi dunia yang diwarnai berbagai konflik menuntut komunikasi aktif antar pemimpin negara.

“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis. Hari per hari,” kata Teddy.

Ia menambahkan bahwa kunjungan luar negeri menjadi bagian dari upaya membangun dan menjaga hubungan diplomatik antarnegara.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved