Harga Properti Diprediksi Naik 20 Persen
Persatuan Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Balikpapan memprediksi kenaikan harga properti di Balikpapan sekitar 20%
* REI Balikpapan akan Bangun 10.000 Rumah dan 3.000 Apartemen
TRIBUNNES.COM BALIKPAPAN, - Persatuan Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Balikpapan memprediksi kenaikan harga properti di Balikpapan sekitar 20% pada tahun ini. Menurut Andi Sangkuru, Ketua RealEstate Indonesia (REI) Komisariat Balikpapan, kenaikan harga rumah disebabkan beberapa faktor diantaranya kenaikan Upah Minimum Kota (UMK), kenaikan harga material pembangunan rumah dan harga lahan.
"Penyebabnya karena biaya operasional yang naik akibat kenaikan UMK naik dan harga material. Kami juga telah mengurangi penggunaan kayu, sehingga lebih menggunakan aluminium dan baja ringan. Namun, bila keduanya naik maka harga rumah pun akan terkena imbas," kata Andi, Minggu (13/1/2013).
Kendati demikian, kenaikan harga tidak akan membuat pasar properti menjadi lesu. Justru, konsumen akan lebih cerdas dalam memilih hunian yang diinginkannya. Termasuk dengan membandingkan fasilitas dan harga yang bisa diperoleh, diantara tawaran perumahan dari berbagai pengembang hunian.
"Konsumen akan makin cerdas dan kenaikan harga tidak begitu berpengaruh, karena rumah sudah menjadi sebuah kebutuhan," ujarnya.
Andi optimis pasar properti di tahun ini akan tetap cemerlang karena rumah menjadi kebutuhan pokok masyarakat didukung Balikpapan yang cukup kondusif. Naiknya pendapatan masyarakat dengan kenaikan UMK juga turut meningkatkan kemampuan untuk memiliki rumah. Andi pun memprediksi kenaikan permintaan rumah akan naik sekitar 20%.
"Pada tahun ini juga akan mulai ada perpindahan pembangunan rumah ke arah vertikal building, untuk menyiasati lahan dan pembangunan apartemen atau vertikal building masih membidik kalangan menengah ke atas," paparnya.
Kendati demikian, anggota REI di Balikpapan tetap menyediakan hunian bagi masyarakat mulai dari segmen kecil, menengah hingga atas. Tahun ini, REI merencanakan untuk membangun sekitar 10.000 rumah landed dan sekitar 3.000 unit apartemen.
"Arah pembangunan juga masih di seputar kawasan Balikpapan Selatan dan Timur. Namun ada sebagian pengembang yang belum masuk dalam REI yang melakukan pembangunan di kawasan Balikpapan Utara," ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Andi menghimbau masyarakat yang ingin berinvestasi ataupun membeli rumah untuk dihuni sendiri, terlebih dahulu melakukan pengecekan terkait status lahan maupun perizinan.
"Untuk menanyakan hal itu, adalah hak konsumen. Untuk perizinannya, bisa bertanya kepada pengembang. Ini bukan untuk menghalangi investasi, tetapi konsumen yang telah mengeluarkan dana hingga ratusan juta lalu tidak bisa menempati rumah, tentu tidak kami inginkan," ujarnya. (may)