Rabu, 22 April 2026

Ada Demo, Nasabah Kelas Kakap Takut Keluar

Aksi demonstrasi transportir batubara dengan membawa ratusan truk ke pusat Kota Palembang tidak hanya mengganggu arus lalulintas kendaraan.

Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Aksi demonstrasi transportir batubara dengan membawa ratusan truk ke pusat Kota Palembang tidak hanya mengganggu arus lalulintas kendaraan. Transaksi perbankan di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, dan Bank Internasional Indonesia (BII) di Jl Kapt A Rivai nyaris lumpuh, Rabu (16/1).

Nasabah kelas kakap Mandiri Prioritas ketakutan sehingga membatalkan transaksi, terutama transaksi setor tunai. Mandiri Prioritas merupakan layanan eksklusif bagi nasabah Bank Mandiri dengan saldo minimal Rp 500 juta. Layanan tersebut hanya tersedia di Bank Mandiri Cabang A Rivai sehingga nasabah tak bisa pindah ke Bank Mandiri di tempat lain.

Surya Pamilsus, Bussines and Develoment Manager Bank Mandiri Kantor Wilayah II, mengatakan, akibat aksi demonstrasi tersebut Bank Mandiri Cabang A Rivai mengalami penurunan jumlah transaksi mencapai 40 persen.
"Biasanya per hari transaksi bisa mencapai 1.500 transaksi. Tingkat kunjungan nasabah menurun. Biasanya rata-rata per hari bisa mencapai 200 orang per teller, tetapi dua hari belakangan hanya berkisar 100 orang," katanya.

Surya belum dapat memastikan berapa nominal transaksi karena pada cabang tersebut ada layanan Mandiri Prioritas. Nasabah kelas kakap memberi sumbangsih besar karena bisa melakukan transaksi kisaran Rp 50 miliar sampai Rp 100 miliar.
"Kalau nasabah besar itu melakukan transaksi maka akan besar juga nominal transaksi. Namun bila tidak, rata-rata transaksi dan non tunai kisaran Rp 45 miliar," katanya.

Untuk nasabah biasa (non Mandiri Prioritas), Surya menganjurkan untuk melakukan transaksi perbankan di cabang lain yang terdekat.

Hal senada dikatakan Area Business Bank Internasional Indonesia (BII), Handriady Chia. Transaksi di BII mengalami penurunan signifikasn mencapai 30 persen dibanding sebelum ada aksi demonstrasi.
"Jumlah transaksi di BII rata-rata Rp 3 miliar per hari, tapi akibat pemblokadean ini turun sekitar 30 persen," katanya.

Begitu pula dengan jumlah nasabah biasanya lima karyawan bagian teller dan tiga kasyawan bagian costumer service melayani sekitar 100 nasabah per hari, tetapi dua hari belakangan tampak sepi.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved