Kapsul di Rumah Raffi Mirip BB Polrestabes Surabaya
"Memang mirip, sama-sama berbentuk kapsul, hanya beda warna kemasannya saja," kata Leo kepada Surya Online (tribunnews group),
Laporan dari Haorrahman wartawan surya
TRIBUNNEWS,COM,SURABAYA - Kapsul yang ditemukan di rumah Raffi Ahmad, yang digrebek oleh Badan Nasional Narkotika (BNN), mirip dengan kapsul yang ditemukan di Polrestabes Surabaya, beberapa waktu lalu.
Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Leonard Sinambela mengatakan, kapsul yang ditemukan di rumah Raffi, memang mirip dengan yang ditangkap oleh Satreskoba Polrestabes Surabaya.
"Memang mirip, sama-sama berbentuk kapsul, hanya beda warna kemasannya saja," kata Leo kepada Surya Online (tribunnews group), Senin (28/1/2013).
15 Januari lalu, Satreskoba merilis tangkapan kurir narkoba, Yusak, warga Karang Asem Surabaya, yang kedapatan membawa kapsul berisi kandungan narkoba.
Kapsul tersebut berwarna ungu dan putih, beda dengan kapsul di rumah Raffi yang berwarna putih.
Menurut Leo, kapsul tersebut merupakan narkoba, hanya saja bentuknya kapsul, tidak seperti biasanya yang berbentuk tablet.
"Kandungan di dalamnya adalah bahan dasar pembuatan inek. Hanya saja bentuknya kapsul," kata Leo.
Terdapat tiga jenis zat di dalam kapsul tersebut, yakni mdma, mekadon, dan ketamin.
Satu kapsul seberat 0,4 gram, dan dihargai Rp 400 ribu.
"Kalau dilihat dari bahannya itu termasuk narkotika golongan satu. Tapi saya tidak tahu, bahan-bahan kapsul yang ditemukan di Jakarta," kata Leo.
Mengenai cara mengkomsumsi kapsul, mantan Kasatreskrim Sidoarjo itu mengatakan, banyak caranya.
Bisa diminum langsung, dilarutkan dalam air, atau diminum dengan soda.
"Kalau di tempat hiburan malam biasanya, langsung diminum saja, terus didorong dengan air," jelas Leo.
Kapsul ini banyak beredar di tempat hiburan malam di kota-kota besar.
Diduga kapsul ini merupakan home industri.
Dengan cara membuat kapsul seperti ini, bisa membuat petugas terkecoh, karena dikira kapsul pada umumnya.
Selain bisa mengelabuhi petugas, dengan berbentuk kapsul, di pasaran harganya lebih mahal daripada jenis narkoba lainnya.
Terkadang dijual eceran satu kapsul, ada juga yang dijual satu paket berisi 10 kapsul, dengan harga Rp 4 juta.