Kamis, 23 April 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

Perjalanan Panjang Pembebasan Pilot Susi Air dari KKB Berbuah Penghargaan Internasional

Selandia Baru beri penghargaan pada TNI atas operasi pembebasan pilot Philip Mehrtens di Papua.

Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Operasi TNI membebaskan pilot Selandia Baru, Philip Mehrtens, dari sandera KKB Papua mendapat apresiasi internasional. 
  • Pemerintah Selandia Baru menyerahkan penghargaan kepada Kasum TNI Richard Tampubolon atas keberhasilan operasi yang dinilai profesional dan humanis. 
  • TNI-Polri serta tokoh lokal terlibat dalam misi ini.

TRIBUNNEWS.COM - Operasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membebaskan pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, dari penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mendapat sorotan internasional.

Keberhasilan tersebut dinilai mencerminkan pendekatan profesional yang tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dalam penanganan situasi berisiko tinggi.

Pengakuan itu diwujudkan melalui pemberian penghargaan dari pemerintah Selandia Baru kepada Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Richard Tampubolon. Penghargaan diserahkan langsung oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Nathan Taula, dalam pertemuan di Jakarta pada Senin (20/4/2026).

Pemerintah Selandia Baru menilai operasi pembebasan sandera tersebut sebagai contoh penanganan yang dilakukan secara terukur di tengah kompleksitas situasi keamanan di Papua. Pembebasan Mehrtens sendiri terjadi pada September 2024 dan menjadi perhatian dunia internasional.

Saat operasi berlangsung, Richard Tampubolon menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III dan berperan penting dalam koordinasi di lapangan.

Pusat Penerangan (Puspen) TNI menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas satuan yang solid.

“Undangan kehormatan kepada Kasum TNI tersebut sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah Selandia Baru atas peran TNI dalam pembebasan pilot yang ditahan oleh KKB beberapa waktu lalu,” demikian keterangan resmi Puspen TNI, Rabu (22/4/2026).

Apresiasi juga datang dari tokoh lokal Papua, Malkin Kosepa, yang menilai pendekatan TNI dalam operasi tersebut menunjukkan komitmen terhadap perlindungan masyarakat sipil.

Menurutnya, pembebasan sandera yang dilakukan tanpa menimbulkan dampak luas bagi warga sekitar menjadi indikator bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga melindungi masyarakat. Pendekatan yang dilakukan menunjukkan bahwa keselamatan menjadi prioritas,” ujar Malkin.

Selain penyerahan penghargaan, pertemuan tersebut juga membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang pertahanan antara Indonesia dan Selandia Baru. Kedua negara memandang kolaborasi ini penting untuk menjaga stabilitas kawasan, khususnya di wilayah Pasifik.

Baca juga: Kapolri Sanjung Keberhasilan Anggota Brimob Bebaskan Pilot Susi Air dari Penyanderaan KKB

Pembebasan Pilot Susi Air

Diketahui, Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens dibebaskan pada Sabtu (21/9/2024) setelah disandera lebih dari satu setengah tahun oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka.

Proses pembebasan berlangsung tanpa kontak senjata maupun korban jiwa, melalui jalur negosiasi panjang.

Pembebasan Mehrtens melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparat gabungan TNI-Polri hingga tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dari kelompok bersenjata.

Pendekatan non-kekerasan dinilai menjadi kunci utama keberhasilan misi tersebut.

Menurut aparat, operasi ini mengedepankan “soft approach” atau pendekatan lunak guna meminimalkan risiko korban jiwa, baik dari pihak aparat, masyarakat sipil, maupun sandera itu sendiri.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved