Selasa, 26 Mei 2026

Warisan Sejarah yang Terdokumentasi

BAGI kalangan pencinta fotografi di Bandung nama komunitas ini tentu tidak asing lagi.

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM -- BAGI kalangan pencinta fotografi di Bandung nama komunitas ini tentu tidak asing lagi. Bahkan sebagian masyarakat umum sudah mengenalnya. Karena komunitas pencinta fotografi yang  bernama Perhimpunan Amatir Foto dan dikenal dengan singkatan PAF ini merupakan komunitas tertua di Indonesia serta anggotanya dari berbagai kalangan profesi.

Seperti dikatakan para anggota seniornya, Harto Solichin Margo Hon EFIAP (PAF-0859), Janto Siswojo (PAF-1398), dan Andi Wijaya (PAF-1535), komunitas ini didirikan oleh beberapa orang guru besar dari Technische Hogeschool Bandoeng (sekarang ITB) yang punya hobi fotografi pada 15 Februari 1924. Para guru besar ITB itu antara lain Prof CP Wolff Schoemaker dan Prof Schemerhon. Saat itu namanya Preanger Amateur Forografeen vereeniging (PAF).

"Prof CP Wolff Schoemaker saat itu juga terkenal sebagai arsitek, bahkan karyanya masih bisa dilihat sampai sekarang seperti gedung Concordia atau Gedung Merdeka, Hotel Preanger, Gereja Katedral, De Groote Kerk (sekarang Gereja GPIB di Jalan Wastukencana), Villa Isola (sekarang Rektorat UPI), Het Sterewacht Bosscha (sekarang Observatorium Bosscha) dan Mesjid Cipaganti," tutur Solichin kepada Tribun.

Dalam perkembangan pada tahun 1950, kepengurusan komunitas pencinta fotografi diserahkan kepada anggotanya yang berkewarganegaraan Indonesia. Maka tahun 1954 jabatan ketua dipercayakan kepada Prof Dr KRMT Soelarko (Alm).

Pada kepengurusannya, logo PAF mengalami perubahan menjadi berbentuk segilima yang melambangkan Pancasila, juga terdapat bentuk lingkaran yang melambangkan keabadian dalam kemurnian, dan sekelilingnya ada tulisan Perhimpunan Amatir Foto sebagai lambang diafragma yang juga menyimbolkan kerjasama antar anggota, serta ada gambar lensa melambangkan pencapaian cita-cita yang murni."Logo itu hasil karya RM Hartoko (alm) mantan Dirut RRI," kata Janto.

Menurut Solichin, pada masa Prof Dr KRMT Soelarko, PAF mulai kembali sering berkegiatan. Satu kegiatannya yang terdokumentasikan pada buletinnya adalah Salonfoto (kompetisi foto) yang setingkat internasional pertama di Indonesia diselenggarakan pada 13-19 Juli 1956. Selain di buletin FAP juga disebutkan kegiatan 'Photosalon of Indonesia' sudah berlangsung sejak tahun 1937, dan yang kedua tahun 1938 mulai ada peserta dari luar Indonesia, walaupun saat itu Indonesia belum merdeka.

"Pada jamannya (Soelarko, red) itu juga, Pak Larko berhasil memperjuangkan seni foto menjadi sejajar dengan seni-seni lainnya sepei seni lukisa dan patung. Perjuangannya iu muncul dalam kongres budaya nasional di Indonesia," ujar Solichin yang aktif di PAF sejak tahun 1966 saat masih SMP.

Ditambahkan Janto, PAF merupakan komunitas foto pertama di Bandung yang menjalin kerjasama dengan FIAP (Federation Internationale de L'Art Photographique) ditahun 1970, serta mendorong berdirinya Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia (FPSI) sekitar tahun 1973. Kemudian setelah Prof Dr KRMT Soelarko (Alm), PAF pernah diketuai Setiady Tanzil (Alm), Ferry Rumambi, Harto Solichin Margo Hon EFIAP, Wismanto, KC Limarga (Alm), Ir Deddy H Siswandi, Ir Dibyo Gahari, Rifan Mulyawan, dan sekarang dijabat oleh Toni Kusnandar.

Masih kata Janto, sejak tahun 2010, PAF mulai lebih banyak melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak. Mulai dari kerjasama menggelar lomba foto secara nasional, seperti lomba foto Bandung Air Show, HUT TNI AU ke-66, lomba foto tentang air yang digelar Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI), dan masih banyak lagi.

Sekarang ini dikatakan Toni Kusnandar, sang Ketua PAF anggotanya sudah mencapai 3.119 orang, namun aktif kumpul dan mengikuti kegiatan rutin ada sekitar 30-an orang. Adapun kegiatan rutin yang sudah berjalan itu adalah melakukan pemotretan model setiap tanggal 7, melakukan workshop setiap Sabtu, dan setiap tanggal 28 melakukan pelatihan lighting, yang semuanya bisa diikuti oleh yang bukan anggota. Selain itu ada pertemuan rutin anggota sebulan sekali setiap hari Rabu minggu ketiga.

"Untuk menjadi anggota PAF sangat mudah, tinggal datang saja ke sekretariat isi formulir. Dan iurannya hanya Rp 150 ribu setahun," kata Toni saat ditemui di sekretariatnya, Kompleks Banceuy Permai A-17. (Tribun Jabar/dedy herdiana)

Baca juga:

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved