Hari Jadi Kota Madiun Sudah Final
Hari jadi 36 kota di Indonesia yang berdasarkan pada Staatblad Belanda hanya Kota Madiun. Sebagai warga Kota Madiun kami sangat malu

Laporan dari Didik Mashudi wartawan surya
TRIBUNNEWS.COM,MADIUN - Keinginan sejumlah elemen masyarakat untuk mengganti hari jadi Kota Madiun, Jawa Timur yang dinilai tidak nasionalis tampaknya bakal bertepuk sebelah tangan. Masalahnya Pemkot Madiun sejauh ini tak pernah mengagendakan masalah tersebut.
"Hari jadi Kota Madiun sudah ditentukan melalui kajian mendalam para ahli sejarah dan pemerhati budaya. Sehingga keputusannya sudah final," kata Edy Hermayanto, Kabag Humas Pemkot Madiun kepada Surya Online, Kamis (8/2/2013).
Dijelaskan Edy, penentuan hari jadi pada 20 Juni 1918 telah ditentukan oleh para ahli setelah melakukan penelusuran bukti-bukti sejarah. "Mestinya kalau ada yang memberikan masukan saat pembahasan hari jadi dulu," tuturnya.
Seperti diberitakan, hari jadi Kota Madiun yang jatuh pada 20 Juni 1918 berlandaskan peraturan pemerintah Hindia Belanda pada Staablad tahun 1918 nomer 326. Pembentukan Kota Praja Madiun ini menyusul banyaknya warga Belanda dan Eropa yang bermukim di Madiun.
Kalangan pemerhati hari jadi Kota Madiun menilai penentuan hari jadi itu sangat tidak nasionalis dan mengkhianati jasa-jasa para pejuang. Masalahnya, hari jadi mengutip keputusan Staatblad yang jelas-jelas produk kolonial penjajah.
"Hari jadi 36 kota di Indonesia yang berdasarkan pada Staatblad Belanda hanya Kota Madiun. Sebagai warga Kota Madiun kami sangat malu hari jadinya mengacu pada staatblad," tandas Yuke, salah satu elemen yang memprotes hari jadi Kota Madiun.
Untuk itu Yuke berharap ada upaya untuk melakukan revisi dengan memilih hari jadi yang tidak mengacu pada staatblad Belanda serta akar sejarah masyarakat Madiun.
"UUD saja dapat direvisi apalagi hari jadi," ungkapnya.