Jumat, 10 April 2026

Deltras Beri Kejelasan Gaji dan Bonus

"Yang dibutuhkan pemain sebenarnya bukan gaji gede, tapi yang dibutuhkan adalah kejelasan. Artinya, setiap bulannya para pemain bisa

Laporan dari Eko Darmoko wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,SIDOARJO - Prestasi cemerlang klub sepak bola tergantung dari kinerja para pemainnya. Begitu juga pemain, kinerjanya juga ditentukan oleh gaji.

Hal inilah yang membuat Deltras Sidoarjo tegas dalam mengambil sikap terkait gaji pemain di musim ini.

Tak ingin pengalaman pahit musim lalu kembali menyergap, The Lobster di musim ini berusaha memberikan kejelasan kepada pemainnya soal gaji.

Deltras memang mengaku tidak menggaji tinggi para pemainnya, namun yang penting memberikan kejelasan.

"Yang dibutuhkan pemain sebenarnya bukan gaji gede, tapi yang dibutuhkan adalah kejelasan. Artinya, setiap bulannya para pemain bisa gajian, tidak menunggak," tegas Dicky Hartanto, Manajer Deltras Sidoarjo, Rabu (27/2/2013).

Di musim lalu, Deltras bermain di kasta tertinggi Liga Super Indonesia (LSI), namun karena tampil buruk, akhirnya klub yang bermarkas di Stadion Gelora Delta Sidoarjo ini terdegradasi ke kasta kedua Divisi Utama di musim ini.

Prestasi buruk ini salah satu penyebabnya adalah finansial yang amburadul. Banyak pemain yang belum menerima gaji hingga enam bulan. Buntutnya, pemain pun bermain ogah-ogahan karena gaji belum terpenuhi.

Di musim ini, kondisi finansial Deltras tampak sehat. Hal ini terbukti dari lancarnya bonus di laga home dan away yang selalu dicairkan pihak manajemen.

Dari pengakuan seorang pemain yang enggan disebutkan namanya beberapa waktu yang lalu, bonus ini cair ketika Deltras memetik hasil sempurna di setiap laga.

Kisaran bonus ini mencapai Rp 30 juta untuk seluruh pemain dan official.

"Bonus menjadi andalan kami. Setiap kali memetik hasil memuaskan, kami selalu memberikan bonus. Bonus di laga home dan away nilainya stabil, sama," ucap Dicky ketika disinggung soal bonus.

Sementara itu, di musim ini Dicky dipercaya menjabat sebagai manajer Deltras paska terjadinya kekosongan di kursi manajer.
Pasalnya, Yudha Pratama yang sebelumnya duduk di kursi manajer, menyatakan mengundurkan diri. Dari sinilah, Dicky yang dianggap manajemen sebagai sosok yang paling tahu kondisi tim, dipercaya mengisi jabatan manajer tim.

"Selain itu saya juga memiliki inisiatif untuk membentuk tim, jadinya saya yang menjabat sebagai manajer. Tapi ini sifatnya sementara," kata Dicky yang juga menjabat sebagai Direktur PT Delta Raya Sidoarjo selaku perusahaan yang mengelola Deltras.

"Idealnya, manajer klub sepak bola harus dijabat pelatih. Hal ini sudah diterapkan di Eropa, tapi untuk diterapkan di Indonesia, ini masih sulit," imbuh Dicky.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Persib
26
19
4
3
45
14
31
61
2
Borneo FC
26
18
3
5
51
26
25
57
3
Persija Jakarta
26
16
4
6
47
25
22
52
4
Malut United
26
13
7
6
52
33
19
46
5
Bhayangkara FC
26
13
5
8
35
29
6
44
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved