Selasa, 12 Mei 2026

Penjaminan KUR Dominasi Laba Askrindo

Meningkatnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) seiring dengan pendapatan PT Asuransi kredit Indonesia

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

Laporan wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI – Meningkatnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) seiring dengan pendapatan PT Asuransi kredit Indonesia (Askrindo) Area Jambi. Itu terlihat dari komposisi perolehan laba BUMN tersebut.

Tahun lalu, Askrindo Area Jambi membukukan perolehan laba Rp 5 miliar. Sub Area Managing Director Askrindo, Bobby Cahyadi mempresentasekan komposisi laba tersebut, 70 persen dari penjaminan KUR dan 30 persen produk asuransi kredit milik Askrindo.

"Tahun 2012 kita menjamin plafon KUR sekitar Rp 250 miliar yang disalurkan BRI, BNI, Mandri, dan juga Bank Jambi," kata Bobby ditemui Tribun di ruangannya Senin (4/3/2013).

Bobby menyampaikan dibanding tahun 2011 laba Askrindo tahun lalu mengalami peningkatan. Itu efek positif sejak Askrindo diberikan wewenang oleh pemerintah untuk menjamin KUR pada tahun 2012. "Tahun 2011 laba berkisar Rp 500 juta. Sekarang Rp 5 miliar, meningkat 10 kali lipat di 2012," katanya.

Untuk penjaminan KUR PT Askrindo bekerjasama dengan Bank Mandiri, BTN, Bukopin, BRI, BSM, Bank Jambi. Selain menjamin KUR, Askrindo juga menyediakan produk asuransi kredit konsumtif ataupun kredit modal kerja lainnya sejak 2012.

Disampaikan Bobby, tahun ini risiko KUR yang dijamin oleh Askrindo diharapkan bisa mencapai Rp 300 miliar. Sedangkan untuk nilai proyek yang dijamin Askrindo ditargetkan meningkat 20 persen dari tahun 2012.

Tahun lalu, Askrindo menjamin nilai proyek pemerintah daerah sebesar Rp 2 triliun dengan memberikan jaminan sekitar Rp 100 miliar. "Di 2013 kita berharap bisa meningkat 20 persen. Artinya nilai proyek yang dijamin bisa sampai Rp 2,5 triliun dengan nilai penjaminannya 5 persen atau Rp 125 miliar," katanya.

Bila tahun 2012 Askrindo mendapatkan suntikan modal Rp 831 miliar dari pemerintah untuk meningkatkan penjaminan KUR, tahun ini jumlahnya diharapkan Rp 1 triliun.

Untuk target penjaminan KUR oleh Askrindo di 2013 secara nasional sebesar Rp 18 triliun. Dari angka itu wilayah Jambi ditarget mencapai Rp 300 miliar.

Sejauh ini kredit bermasalah dari nilai penjaminan KUR Aksrindo area Jambi berkisar 1,41 persen NPG (net performnace guarantee). Sebagian besar NPG ini dari kredit mikro atau pinjaman di bawah Rp 20 juta. Menurut Bobby angka ini masih tergolong sehat dan di bawah 5 persen.

"Penyebabnya NPG ini salah satunya anggapan masyarakat KUR bantuan dari pemerintah. Padahal ini kredit yang harus dikembalikan oleh nasabah," katanya.

Disamping itu pengaruh menurunnya dari harga karet dan sawit. Karena masyoritas masyarakat Jambi mengandalkan dua komoditas ini. Sehinga ketika harga sawit dan karet turun otomatis akan mengurangi kemampuan debitur untuk membayarnya.

Baca juga;

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved