Siloam Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun di 2025, Tak Bagikan Dividen
Siloam mencatat laba bersih Rp1,1 triliun 2025 tumbuh 22,5?ngan EBITDA Rp2,8 triliun pendapatan Rp12,8 triliun ditopang efisiensi layanan klinis
Ringkasan Berita:
- Siloam (SILO) mencatat laba bersih Rp1,1 triliun 2025 tumbuh 22,5 persen dengan EBITDA Rp2,8 triliun pendapatan Rp12,8 triliun ditopang efisiensi layanan klinik.
- RUPST memutuskan tidak membagikan dividen, seluruh laba ditahan mendukung ekspansi penguatan bisnis.
- Perseroan melanjutkan strategi Next Gen Siloam melalui ekspansi Surabaya dan Makassar serta kanker presisi CT-LINAC.
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan kinerja keuangan solid sepanjang tahun buku 2025 dengan laba bersih mencapai Rp1,1 triliun atau tumbuh 22,5 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan EBITDA sebesar 18,3 persen menjadi Rp2,8 triliun, serta pendapatan yang meningkat 5,2 persen menjadi Rp12,8 triliun.
Presiden Direktur Siloam, David Utama, menyebut 2025 sebagai periode transisi dalam penguatan strategi jangka panjang berbasis archetype. Meski menghadapi tekanan eksternal, perseroan tetap mencatat pertumbuhan profitabilitas yang kuat.
“Capaian tersebut ditopang efisiensi operasional serta penguatan layanan klinis di seluruh jaringan rumah sakit,” ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 di Tangerang, Selasa (12/5/2026).
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi dan penguatan bisnis ke depan.
David menambahkan, perseroan terus melanjutkan implementasi strategi Next Gen Siloam (NGS) sebagai transformasi menyeluruh untuk memperkuat kapabilitas layanan kesehatan.
Model operasional berbasis arketipe dibagi menjadi dua fokus utama, yakni network Premium yang berorientasi pada layanan klinis unggulan, kolaborasi global, dan teknologi medis canggih, serta network Value Seeker yang berfokus pada efisiensi, aksesibilitas, dan perluasan layanan kesehatan nasional.
Baca juga: Gelar RUPST, Medela Potentia Bagikan Dividen Rp 176 Miliar dan Tetapkan Direksi Baru
“Strategi ini dirancang untuk menyelaraskan kapabilitas klinis, alokasi modal, dan operasional di seluruh jaringan rumah sakit,” katanya.
Dari sisi ekspansi, sepanjang 2025 Siloam memperluas jaringan layanan melalui pengoperasian Siloam Hospitals Surabaya yang terintegrasi dengan Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC).
Perseroan juga mengembangkan Siloam Hospitals Makassar dengan penguatan layanan precision oncology. Salah satu inovasi utama adalah penggunaan CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara untuk memperkuat layanan kanker presisi.
Dalam kesempatan yang sama, Siloam juga menetapkan pengangkatan dan pengangkatan kembali anggota Direksi serta Dewan Komisaris perseroan.
Baca juga: Pemegang Saham Sepakati Seluruh Laba Emiten SMGR Dibagikan untuk Dividen
Dengan keputusan tersebut, susunan manajemen terbaru adalah sebagai berikut:
Dewan Direksi dipimpin oleh Presiden Direktur David Utama, dengan jajaran Atiff Ibrahim Gill, Benny Haryanto Djie, Gabriele Isacco Tironi, Phua Meng Kuan (Daniel Phua), Richard Kidarsa, dan Surya Tatang sebagai direktur.
Dewan Komisaris terdiri dari Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc. sebagai Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen, serta Andy Nugroho Purwohardono, Sigit Prasetya, James Tobias Hall, dan Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.H., M.B.A. sebagai jajaran komisaris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RUPST-SILOAM-OK.jpg)