Pemilu 2014
Pengamat Politik: SBY Pakai Modus Mirip Soeharto
Artinya dia mencoba bertemu dengan banyak kekuatan, meski pun sifatnya baru simbolik
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Pengamat politik Universitas Paramadina, Gun Gun Heryanto menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini sedang melakukan politik 'sasis kuda'. Artinya dia mencoba bertemu dengan banyak kekuatan, meski pun sifatnya baru simbolik.
"Saya mencontohkan saat SBY merapat dengan Prabowo yang notabene sejak 2009 berada di luar kekuasaan dan Prabowo punya kepentingan elektoral untuk 2014. Sehari setelahnya SBY, juga bertemu dengan 7 Jenderal yang kita tahu sebagian di antara mereka, tidak satu kuadran dengan Prabowo," paparnya kepada Tribunnews.com, Sabtu (16/3/2013) kemarin.
Menariknya, kata Gun Gun, 7 Jenderal tersebut berasal dari banyak partai. Akan tetapi pesannya jelas, akomodasi tokoh-tokoh simbolik militer. Kemudian, SBY bertemu dengan kekuatan sipil yang diwakili oleh ormas-ormas Islam.
"Saya menilai SBY sebenarnya modus lama, yang juga kerap dipakai oleh Soeharto. Mengendalikan sasis kekuatan melalui tarik ulur berbagai kekuatan nyata. Misalnya sayap militer, Islam dan tokoh prospektif lainnya," kata Gun Gun.
"Tujuannya, selain perimbangan kekuatan juga orientasi strategis ke depan. SBY sebagai presiden akan turun dan tak lagi menjabat," Gun Gun menegaskan.
Terkait dengan kesan kurang harmonisnya dengan HMI, menurut Gun Gun, didasari kedekatan antara kader HMI di struktur saat ini dan mereka yang sudah menjadi tokoh-tokoh dan menjadi KAHMI, kerapkali masih inline.
Hubungan mereka masih kerap terjaga terlebih dalam momen yang merekatkan mereka. Saya kira wajar, bisa dimaklumi jika ada kader HMI yang melakukan penolakan pada SBY hadir di Kongres, karena konstelasinya kan memang lagi sangat politis," tuturnya.
"Dan ini juga tak bisa dilepaskan dari hubungan SBY-Anas yang notabene kader HMI dan sempat jadi ketum PB HMI. Wajar, jika konggres HMI kali ini juga punya atmosfir politik dan memosisikan SBY dan Anas dalam pusaran atmosfir politik tersebut," pungkasnya.