Rabu, 10 Juni 2026

Dilarang Membawa Pensil ke Dukun

"Jangan terlalu seperti itu (membawa pensil ke orang pintar), berlebihan itu namanya,"kata Sudjak saat dikonfirmasi, Jumat

Tayang:

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Banyaknya ritual-ritual aneh menjelang ujian nasional (unas) seperti membawa pensil ke dukun atau orang pintar untuk didoakan mendapat perhatian serius kanwil kementerian agama Jatim.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Sudjak mengimbau siswa atau wali murid tidak berlebihan menyikapi unas.

"Jangan terlalu seperti itu (membawa pensil ke orang pintar), berlebihan itu namanya,"kata Sudjak saat dikonfirmasi, Jumat (29/3/2013).

Diakuinya, menjelang unas memang dibutuhkan persiapan lahir batin.

Lahir artinya, persiapan pemahaman pelajaran yang akan diunaskan. Itu bisa dilakukan dengan menggelar try out-try out soal.

Sementara persiapan batin artinya menyiapkan mental siswa agar percaya diri saat mengerjakan soal. Dan cara yang ampuh adalah dengan istigotsah.

"Kita harus percaya bahwa semua yang menentukan maha kuasa. Tuhan tidak bisa mengubah suatu kaum kalau kaum tidak mengubah. Dan itu dilakukan dengan usaha dan doa seperti istigotsah, tidak perlu membawa ke pensil ke mana-mana,"katanya.

Sementara untuk ritual membasuh kaki orangtua atau guru diikuti sungkem yang juga marak dilakukan menjelang unas, menurut Sudjak ritual itu sah-sah saja.

Bahkan dia mendukung bahkan mengimbau hal itu dilakukan siswa menjelang unas.

Menurutnya, membasuh kaki orangtua terutama ibu itu adalah sebagai bentuk bakti anak terhadap orangtua.

Dari ritual membasuk kaki atau sungkem diharapkan ada kerelaan yang tulus dari  orangtua terutama ibu untuk mendoakan anaknya agar berhasil.

Sungkem tidak berarti menyembah tetapi  ikhlas dan mencari ridho.

"Ini malah saya anjurkan karena doa orangtua itu mujabah. Kerelaan Allah berada di kedua orangtua,"katanya.

Sudjak memastikan seluruh lembaga madrasah di lingkungannya siap menyelenggarakan unas.

Terkait jumlah paket soal yang tahun ini mencapai 20 paket soal berbeda, dia meminta agar hal itu tidak menjadi momok, tapi malah memotivasi siswa untuk berbuat jujur, percaya diri dan mandiri.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved