Minggu, 14 Juni 2026

Blog Tribunners

Pemilu 2014

Paradigma Caleg

Dalam dua hari harian Kompas menurunkan berita “Waspadai Caleg Pencari Kerja” (25/3/2013)

Tayang:
Penulis: Alex Palit
Editor: Widiyabuana Slay
zoom-inlihat foto Paradigma Caleg
2870 pelamar caleg Gerindra (Foto: Alex Palit)

TRIBUNNEWS.COM - Dalam dua hari harian Kompas menurunkan berita “Waspadai Caleg Pencari Kerja” (25/3/2013) dan “Cermati Seleksi Caleg” (26/3/2013), sebagai sinyal buat partai politik dalam merekrut dan memilih calon anggota legislatifnya (caleg).

Apalagi saat ini pola rekrutmen caleg lebih terbuka seperti dilakukan Partai Gerindra melalui pemasangan di media. Pola terbuka ini kemudian diikuti pula oleh parpol lainnya yang sebelumnya tertutup bersifat internal.

Pola rekrutmen caleg terbuka ini ternyata mendapat animo pelamar caleg dari kalangan masyarakat umum. Ini menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak orang berburu menjadi caleg tergiur  iming-iming fasilitas dan gaji caleg yang wow. Sehingga tak heran bila banyak orang berburu menjadi anggota legislatif lebih dilandasi oleh motif ekonomi. Seperti kata politisi dari Partai Gerindra - Permadi SH, banyak orang ingin menjadi anggota legislatif, gaji besar, pekerjaan enteng. Ini merupakan sinyal pengingat bagi parpol untuk mewaspadai menyusupnya caleg pencari kerja.

Untuk itu parpol harus selektif dalam rekrutmen calegnya. Diingatkan oleh pengamat politik Burhannudin Muhtadi, bahwa partai hendaknya tidak terjebak melihat aspek finansial caleg, justru yang lebih penting adalah melihat rekam jejak caleg tersebut. Dari penelusuran rekam jejak ini akan diketahui sejauhmana kapasitas, inteletualitas, komitmen dan integritas diri caleg tersebut, karena jangan sampai parpol kecolongan oleh caleg pencari kerja.  

Karena kita yakin kalau memang caleg tersebut memiliki modal rekam jejak yang bagus dan terukur seperti intelektualitas, komitmen dan integritas, pasti yang bersangkutan dengan sendirinya punya kapasitas kemampuan untuk membangun citra diri, popularitas dan elektabilitas dirinya di daerah pemilihannya.

Beda halnya dengan caleg yang integritas dan rekam jejaknya lebih berorientasi pada motif ekonomi, jelas yang akan lebih mengandalkan kemampuan modal finansial untuk membangun citra diri, popularitas dan elektabilitas diri di daerah pemilihannya.  

Untuk menjadi caleg memang butuh modal; modal sosial dan modal finansial. Sebagaimana hasil penelitian politisi PDI Perjuangan – Pramono Anung Wibowo, untuk bisa jadi anggota legislatif seorang caleg harus punya duit buat modal nyaleg antara Rp.600 juta hingga Rp.6 miliar. Sudah tentu kisaran besaran modal itu tergantung cakupan daerah pemilihan DPRD II, DPRD I, atau DPR RI. Paradigma ini yang harus dicoba diubah. Semoga!  

*Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”, pelamar iklan caleg Partai Gerindra – Dapil Jawa Timur.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved