Rencana Kenaikan Harga BBM
Kenaikan IHSG Dipicu Pencabutan Subsidi BBM
Selain dari dalam negeri, faktor eksternal yang cukup mempengaruhi pergerakan indeks terutama pada penutupan
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada Penutupan perdagangan Jumat (10/5/2013), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level 5115,64 (level tertingginya) dan menyentuh level 5083,23 (level terendahnya) dan berakhir di level 5105,94. Pada perdagangan pekan lalu IHSG mencatat rekor tertinggi terbarunya.
Purwoko Sartono, Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk, mengatakan faktor kenaikan IHSG didorong oleh ekspektasi akan semakin besarnya kepastian pelaku pasar modal atas kebijakan pemerintah terkait pencabutan subsidi BBM.
Selain dari dalam negeri, faktor eksternal yang cukup mempengaruhi pergerakan indeks terutama pada penutupan adalah menguatnya bursa Eropa pada pembukaan perdagangan Jumat lalu.
Kenaikan bursa Eropa terutama didukung oleh data ekspor Jerman yang tumbuh sebagai sinyal negara tersebut mulai berada dalam fase pemulihan.
Selain itu, dari AS tercatat data klaim tunjangan pengangguran yang bagus (terendah dalam 5 tahun). Mengawali pekan ini ia memproyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.
Meski mencatat rekor baru, pekan ini indeks akan cenderung sepi dari sentimen positif. Investor juga masih wait and see akan langkah pemerintah terkait kebijakan BBM bersubsidi.
Sebelumnya, dua lembaga pemeringkat internasional sudah mengeluarkan peringatan terkait penundaan harga BBM.
"Melihat peringatan kedua lembaga pemeringkat tersebut maka kami perkirakan kisaran support-resistance hari Senin akan berada pada 5.085-5.120," katanya.
Sementara itu, Reza Priyambada, Analis Trust Securitas, memperkirakan pada perdagangan Senin (13/5/2013) IHSG akan berada pada support 5072-5092 dan resistance 5123-5135.
Teknisnya berpola menyerupai spinning top sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung tertahan kenaikannya setelah melewati area overbought.
Ia mengatakan meskipun IHSG ditutup persis pada target resistennya (5105), juga berhasil melewati target tersebut pada posisi tertinggi. Hanya saja kenaikan volume riil tidak menaik banyak karena didorong pembelian pemegang saham BPTN oleh Sumitomo.
"Meskipun IHSG berhasil mencetak new high record, tidak disertai dengan kenaikan volume riilnya. Oleh karena itu, tetap selalu mewaspadai potensi pembalikan arah," katanya.