Bahan Bakar Gas Penyelamat Energi Nasional
BBG merupakan sebuah solusi untuk keluar dari krisis energi yang dalam beberapa tahun ke depan melanda Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemanfaatan energi saat ini masih sangat tergantung kepada minyak bumi, ketergantungan yang tinggi terhadap minyak bumi sangat membahayakan karena selain ketersediaanya terbatas dan semakin sulit dicari harganya terus meningkat.
Menteri ESDM Jero Wacik menjelaskan pemanfaatan minyak bumi juga memberatkan anggaran negara karena besarnya subsidi yang diberikan. Untuk itu Jero menegaskan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) merupakan sebuah solusi untuk keluar dari krisis energi yang dalam beberapa tahun ke depan melanda Indonesia.
“Konversi BBM ke BBG hakikatnya penyelamatkan energi nasional. Setiap hari setiap detik setiap jam kita memerlukan energi," ujar Jero, Minggu (19/5/2013).
Jero menjelaskan keuntungan memakai BBG karena harga lebih murah, banyak diproduksi, stok dalam negeri banyak dan gas lebih ramah lingkungan. Karena itu Jero tak ada henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk beralih ke energi gas.
"Jangan ragu-ragu, mari kita terus dorong semua instansi yang swasta-swasta juga, pemerintah menjadi pelopor, ESDM, BUMN, DKI jadi pelopor, kita gunakan gas di kendaraan kita," ungkap Jero.
Konversi BBM ke BBG merupakan program prioritas nasional. Penghematan yang didapat dari sisi pengguna sangat signifikan mencapai 70 persen.
Gas bumi, dengan kondisi cadangan saat ini, diperkirakan cukup untuk dipergunakan selama 60 tahun ke depan, sementara produksi minyak bumi terus mengalami penurunan selama 5 tahun terakhir. Dengan besaran tingkat konsumsi minyak bumi saat ini, diperkirakan cadangan minyak bumi tersebut hanya mampu bertahan sampai dengan 15 tahun ke depan.