CEO Jepang Peringatkan Saham Dunia Crash Lagi Dalam Waktu Dekat

Dari data yang saya perhatikan sudah harus hati-hati saat ini akan transaksi saham dunia

CEO Jepang Peringatkan Saham Dunia Crash Lagi Dalam Waktu Dekat
Richard Susilo
Pergerakan indeks saham Jepang meningkat terus sampai dengan hari ini (25/10/2017). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang CEO perusahaan Jepang NIS Group Co.Ltd., Shinsuke Amiya (60) yang juga mantan Wakil Chairman Merryl Lynch Jepang, memberikan warning saham dunia akan crash lagi seperti Black Thursday (29/10/1929) dan Black Monday (19/10/1987).

"Dari data yang saya perhatikan sudah harus hati-hati saat ini akan transaksi saham dunia ada kemungkinan terjadi lagi Black XXX dalam waktu dekat ini," papar Amiya Rabu ini (25/10/2017).

CEO NIS Group yang juga mantan anggota parlemen Jepang dari partai Demokrat (DPJ) tersebut memperlihatkan data kejatuhan saham di Jepang sejak berakhir perang dunia kedua turun 14,9%, meskipun sejak Mei tahun ini sampai kini kelihatan indeks sahamnya naik terus.

Amiya memperlihatkan Price Earning Ratio (PER) saham pada trnsaksi pasar modal di Amerika Serikat memang naik dari 16 kali pada tahun 1987 menjadi 20 kali di saat sekarang ini.

Demikian pula oblikasi AS 10 tahun dengan bunga antara 8-8,5% di tahun 1987, kini di tahun 2017 bunganya hanya antara 2,2-2,4% per tahun.

"Di Jepang kita bisa lihat pergerakan aliran uang dan transaksi saham serta oblikasi yang dilakukan bank sentral Jepang (BOJ), GPIF (Government Pension Investment Fund) yang tampaknya apabila melihat dan membandingkan dengan keadaan pergerakan finansial di AS, kejadiannya seperti saat sebelum terjadi Black Sunday pula," tambahnya.

Oleh karena itu Amiya memberikan warning agar semua pelaku ekonomi dunia mungkin bisa lebih hati-hati lagi dalam melakukan transaksi saham dalam beberapa waktu mendatang ini, setidaknya dalam lima tahun ke depan crash tersebut mungkin akan terjadi lagi, tekannya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help