Ini Cara Telkom Tembus Pasar Internasional

Telkom menjadikan anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) sebagai mesin pertumbuhan

Ini Cara Telkom Tembus Pasar Internasional
ISTIMEWA
PT Telkom Indonesia Tbk 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menjadikan anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) sebagai mesin pertumbuhan dari program International Expansion (Inex) sejak beberapa tahun lalu.

Telin menjadi sayap bisnis dari operator pelat merah itu menembus pasar internasional. Jika lima tahun lalu Telin baru beroperasi di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Amerika Serikat, dan Myanmar.

Pada 2018, data terbaru mengungkapkan kepak sayap bisnis Telin makin meluas mengharumkan nama Indonesia. Telin berhasil menambah wilayah operasinya ke Macau, Taiwan, Selandia Baru, dan Arab Saudi.

Bisnis yang digeluti Telin diantaranya platform, managed network & security, data center, connectivity, dan lainnya. Saat ini, Telin bermain di 19 kabel laut internasional dengan panjang hingga 163,5 kilometer atau empat kali keliling khatulistiwa, memiliki 57 Point of Presence (PoP) di 27 negara, dan mengelola 4 data center di luar negeri dengan merek NeutcentrIX.

Bangun Kapabilitas

Chief Marketing Officer Telin Budi Satria Dharma Purba mengatakan saat ini bisnis Wholesale untuk internasional mengalami perubahan dari konektivitas ke data center, managed service, dan lainnya.

“Jika dilihat pertumbuhan tahunan 2016-2022 kontribusi koneksivitas itu menurun bagi pasar wholesales. 2016 masih 41 persen dari total pasar, tapi 2022 menjadi 28 persen. Bisnis yang naik di Wholesale internasional itu data center dan platform bisa 46 persen kontribusinya pada 2022,” ujarnya.

Ditambahkannya, kondisi pasar global itu juga sama jika melihat pasar wholesale internasional di Indonesia. Pada 2016, kontribusi konektivitas masih 84 persen, tapi pada 2022 menjadi 65 persen.

“Ini menjadikan Telin harus meningkatkan kapabilitas agar bisa bersaing di pasar global. Meningkatkan kapabilitas itu bisa dengan inorganic path seperti melakukan merger atau akuisisi, partnership atau kolaborasi, hingga meningkatkan layanan dan produk,” katanya.

Posisi Telin sangat strategis karena tidak hanya menggarap pasar internasional, tetapi mendatangkan potensi bisnis internasional ke Indonesia.

"Kami siap menjembatani para pemain global yang ingin menggarap potensi pasar Indonesia, sebaliknya melalui Telin kita juga siap membawa pengalaman yang ada di Indonesia ke pasar global. Saat ini ada sekitar 130 wholesaler partners-nya Telin di global market," pungkasnya.

Mengutip Info Memo Keuangan Telkom 2017, portfolio wholesale and International Business dari Telkom menghasilkan pendapatan Rp 7,4 triliun tumbuh 26,8 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp 5,83 triliun.

Melihat kinerja dan konsistensi Telkom, dari 31 analis yang disurvei Bloomberg belum lama ini, sebanyak 23 analis merekomendasikan beli bagi saham dari operator pelat merah ini.

Walau saham Telkom mengalami gejolak belakang ini, kalangan analis memproyeksikan harganya hingga akhir tahun bisa mencapai di kisaran Rp 4.732 per lembar.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved