Rabu, 8 Juli 2015
Tribunnews.com

Kasus Sipilis di Jepang Meningkat akibat Hubungan Seks Sesama Lelaki

Sabtu, 12 April 2014 08:31 WIB

Kasus Sipilis di Jepang Meningkat akibat Hubungan Seks Sesama Lelaki
Fuji TV/Richard Susilo
Usia antara 25 hingga 35 tahun kasus bakteri Sipilis terbanyak di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kasus hubungan seks dengan dampak penyakit sipilis di Jepang tahun 2013 ternyata melebihi angka 1.000 orang, pertama kali sejak penelitian dan hasil statistik bidang ini dilakukan beberapa tahun lalu.

Menurut data dari kantor Tokyo dari lembaga penyakit menular (National Institute of Infectious Diseases) Jumat (11/4/2014), data kasus sipilis tahun 2013 ternyata meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2010 jumlahnya baru tercatat 621 orang. Jumlah ini pun terus meningkat dari tiga tahun sebelumnya. Dari yang terkena sipilis tahun lalu, 989 orang adalah lelaki dengan umumnya berusia antara 25 hingga 39 tahun.

Lembaga ini mengumpulkan data penyakit menular sipilis sejak tahun 2000. Jumlah tersebut ternyata terus meningkat tak pernah menurun dan menurut data lembaga tersebut, sebagai hasil kontak hubungan seks justru antara lelaki. Bukan antara wanita dan lelaki.

"Banyak pasien melakukan kontak seks dan itu justru antara sesama selaki," papar Makoto Onishi, Kepala Bagian Pertama Divisi Penelitian lembaga tersebut.

Dengan demikian kemungkinan besar justru penyakit sipilis banyak masuk di komunitas antar seks lelaki. Onishi mengatakan ketidaknormalan pada warna kulit dan komposisinya jangan pernah diabaikan.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas