Polisi Tokyo Siaga Satu Hadapi Perang Internal Yamaguchigumi
Kepolisian Metropolitan Tokyo meminta pimpinan polisi untuk berjaga-jaga lebih waspada lagi menghadapi kemungkinan pecah perang internal.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepolisian Metropolitan Tokyo memberikan pengarahan internal darurat kepada sekitar 200 pimpinan polisi untuk berjaga-jaga lebih waspada lagi menghadapi kemungkinan pecah perang internal mafia Jepang, Yakuza Yamaguchigumi di Tokyo dan sekitarnya dalam waktu dekat.
"Yamaguchi-gumi cukup banyak anggotanya sekitar 1.800 orang di Tokyo dan sekitarnya, sebuah kekuatan yang cukup besar. Oleh karena itu kita mesti siapa siaga waspada akan segala kemungkinan yang akan terjadi dalam waktu dekat ini," kata Fumio Yamashita, Wakil Komisaris Kepolisian Metropolitan Tokyo saat memberikan pengarahan darurat, Jumat (11/9/2015).
Menghadapi hal-hal kemungkinan yang bisa terjadi, Fumio menginstruksikan semua lini di kepolisian dapat segera melakukan berbagai informasi dan peringatan serta kewaspadaan di semua bagian dan tempat di Tokyo dan sekitarnya.
Hadir para pimpinan yang bertanggung jawab dan semua wakil kepala kantor polisi dengan jumlah sekitar 200 orang untuk mengambil langkah-langkah darurat dengan melakukan pertemuan bersama.
Yamaguchigumi pecah kongsi tanggal 1 September lalu dengan memecat 13 kelompoknya, plus belakangan bertambah lagi sukarela satu kelompok lain ikut bergabung pula sehingga 14 kelompok membentuk organisasi baru bernama Kobe Yamaguchigumi (KY) tanggal 6 September lalu di Kobe. Namun logo KY tersebut tetap sama dengan kelompok Yamaguchi-gumi.
Spesialis Yakuza Manabu Miyazaki menekankan kepada Tribunnews.com baru-baru ini bahwa perang besar tidak akan terjadi saat ini, namun perang kecil mungkin saja.
"Benturan kecil mungkin saja terjadi. Tetapi itu pun akan berusaha tidak ketahuan pihak kepolisian. Apabila ketahuan seorang anggota yakuza melakukan misalnya pembunuhan, maka teridentifikasi dari salah satu kelompok tersebut, dengan UU Anti Yakuza yang baru si pimpinan akan bisa terseret pula ke pengadilan gara-gara ulah anak buahnya tersebut. Apabila pimpinannya ikut tertangkap hal ini akan merugikan dan membahayakan organisasi tersebut," jelasnya
Oleh karena itu saat ini pimpinan yakuza Jepang, terutama Yamaguchigumi dan KY tampaknya sedang memberikan pengarahan dan pendidikan kepada bawahannya agar bersabar, tidak melakukan sesuatu yang bodoh di lapangan karena akan merugikan pimpinan dan organisasi.
Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fumio-yamashita-wakil-komisaris-kepolisian-metropolitan-tokyo_20150912_070609.jpg)