Iran Vs Amerika Memanas
Negosiasi Buntu, Trump Tolak Mentah-mentah Tawaran Damai Terbaru dari Iran!
Trump tolak proposal damai Iran dan ancam aksi militer jika negosiasi gagal, ketegangan global dan krisis energi terancam memburuk.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump menolak proposal damai terbaru Iran di tengah kebuntuan negosiasi.
- Ia memperingatkan kemungkinan aksi militer jika kesepakatan tidak tercapai.
- Konflik yang berlarut berisiko memperburuk krisis energi global dan ketegangan kawasan.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan tidak puas dan menolak proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada media pada Jumat (1/5/2026), di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung namun belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Al Jazeera melaporkan Trump meragukan peluang tercapainya kesepakatan dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah tegas jika negosiasi gagal.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, saya tidak puas dengan itu, jadi kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa Iran mengajukan sejumlah tuntutan yang tidak dapat diterima oleh pemerintahannya.
Negosiasi antara kedua pihak dilaporkan telah terhenti selama beberapa pekan tanpa kemajuan signifikan.
Perundingan di Islamabad yang berlangsung lebih dari 20 jam juga gagal menghasilkan kerangka dasar untuk pembicaraan lanjutan.
Gencatan senjata yang berlaku sejak awal April hanya mampu menahan sementara eskalasi konflik yang dimulai pada akhir Februari.
Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial dalam dinamika konflik, mengingat sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut.
Baca juga: Trump Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Pentagon Syok
Sumber diplomatik menyebut Iran telah menyampaikan proposal baru melalui mediator Pakistan.
Reuters melaporkan proposal tersebut telah diteruskan ke pihak Amerika Serikat, meski detail isinya belum diungkap ke publik.
Trump menegaskan bahwa isi proposal tersebut mencakup syarat yang tidak dapat ia setujui.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran tetap terbuka terhadap jalur diplomasi.
Ia menekankan bahwa pembicaraan hanya dapat berjalan jika Washington mengubah pendekatan dan menghentikan retorika ancaman.
Baca juga: Trump Akan Naikkan Pajak Impor Mobil dan Truk dari Uni Eropa Jadi 25 Persen
Sementara itu, Iran juga memperingatkan siap merespons jika konflik kembali meningkat, termasuk dengan menargetkan kepentingan AS di kawasan.
Pengamat menilai kedua pihak sama-sama ingin mengakhiri konflik, namun tetap berupaya menjaga posisi tawar masing-masing.
Ketegangan yang terus berlanjut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan berdampak luas pada ekonomi global.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)