WNI Disandera Abu Sayyaf

Kronologi Pembebasan Empat Sandera WNI Abu Sayyaf

Empat WNI itu diculik pada 15 April lalu

Kronologi Pembebasan Empat Sandera WNI Abu Sayyaf
TRIBUN/SANOVRA JR
Rinaldi (baju biru) disambut oleh keluarga saat tiba di Bandara International Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Selasa (3/5/2016) malam. Rinaldi (25) merupakan Anak Buah Kapal (ABK) pandu Brahma yang menjadi salah satu korban sandera kelompok militan Filipina Abu Sayyaf. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa empat sandera WNI telah dibebaskan dari tangan Abu Sayyaf.

Ia mengatakan pembebasan itu atas hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina.

Empat WNI itu diculik pada 15 April lalu, saat dua kapal berbendera Indonesia dibajak di perairan Tawi-Tawi, perbatasan Malaysia - Filipina.

Saat itu, ada dua kapal yang menjadi korban pembajakan, yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi, yang membawa 10 ABK WNI.

Dari pembajakan itu, seorang WNI berakhir tertembak, lima orang selamat, dan empat orang diculik.

Sejak saat itu, kelompok Abu Sayyaf resmi menahan total 14 sandera WNI, yang sepuluh orang di antaranya terlebih dahulu diculik pada 25 Maret.

Keadaan 14 sandera WNI itu terus dikabarkan "selamat" oleh Pemerintah Indonesia, tak peduli tenggat waktu pembayaran tebusan yang mengancam sandera asing lain.

Kematian seorang sandera Abu Sayyaf asal Kanada, John Ridsdel, kemudian membuat keluarga sandera WNI mulai khawatir akan keadaan para sandera.

Ridsdel dipenggal oleh militan Abu Sayyaf pada 25 April lalu lantaran uang tebusan untuk nyawanya tak kunjung dibayar penuh.

Pada 1 Mei, enam hari setelah kematian Ridsdel, kepolisian Filipina kemudian mengabarkan 10 sandera WNI telah dibebaskan.

Meski demikian, saat itu kabar empat WNI lainnya tak diketahui dan malah sandera yang telah bebas tak tahu ada empat WNI lain yang menjadi sandera.

Seorang sandera yang selamat mengatakan bahwa kemungkinan empat WNI yang lain itu disandera oleh grup Abu Sayyaf yang berbeda.

Dari berbagai sumber yang diperoleh, diketahui empat sandera WNI yang tersisa dibebaskan pada Rabu (11/5/2016) pukul 02.00 waktu setempat.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved