Sidang Organisasi Penerbangan Sipil Internasional Hasilkan Kecaman terhadap Korut

Sidang organisasi penerbangan sipil internasional (ICAO) menyepakati mengecam Korea Utara (Korut) atas peluncuran peluru kendalinya.

Sidang Organisasi Penerbangan Sipil Internasional Hasilkan Kecaman terhadap Korut
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Lambang Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sidang organisasi penerbangan sipil internasional (ICAO), Sabtu (7/10/2017) menyepakati mengecam Korea Utara (Korut) atas peluncuran peluru kendalinya yang dianggap membahayakan penerbangan sipil internasional.

Semula sidang organisasi penerbangan sipil internasional (ICAO) ini akan diadakan November mendatang sesuai keinginan Jepang.

"Sidang umum ICAO kemarin waktu Montreal Kanada atau Sabtu (7/10/2017) waktu Jepang, menghasilkan keputusan mengecam Korut atas peluncuran rudalnya yang dianggap dapat membahayakan penerbangan sipil," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (7/10/2017).

Sidang Dewan ICAO ke-212 di Montreal, Kanada mendiskusikan soal keamanan udara penerbangan sipil internasional berdasarkan permintaan Jepang yang semula direncanakan sidang bulan November 2017.

Baca: Seorang Mahasiswa Mengaku Dipukul dan Ditembak Anggota Polisi

Sebanyak 19 negara hadir dalam sidang tersebut termasuk Jepang, Republik Korea (ROK), Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Irlandia, Kanada, Australia, Argentina dan Uruguay.

Sidang ini mengusulkan sebuah dokumen kerja di mana dewan tersebut dengan keras mengecam Korea Utara atas tindakannya dan hal ini untuk pertama kalinya dan sangat mendesak Korea Utara untuk mematuhi standar internasional ICAO tentang keselamatan penerbangan sipil internasional.

Dokumen tersebut disetujui oleh dewan dengan suara bulat.

Presiden Dewan ICAO dan negara-negara dewan lainnya sangat menghargai kepemimpinan Jepang dalam mendapatkan dokumen kerja ini diadopsi.

Selanjutnya, Presiden Dewan ICAO menyatakan pandangan akan sangat penting untuk mendesak Korea Utara secara lebih sistematis daripada sebelumnya untuk mematuhi standar internasional ICAO yang relevan.

Baca: Dipanggil Polisi terkait Kasus Kekerasan, Tersangka Mantan Camat Tamansari Mangkir

"Untuk menjamin keamanan penerbangan sipil internasional, Jepang bermaksud untuk terus bekerja sama dengan ICAO dan negara-negara yang bersangkutan untuk secara kuat mendesak Korea Utara agar mematuhi standar internasional ICAO," kata dia.

Dewan ICAO adalah pusat pengambilan keputusan dan badan eksekutif ICAO, yang terdiri dari 36 negara anggota terpilih.

Biasanya, dewan mengadakan tiga kali setahun untuk melakukan tugas seperti mengirimkan laporan kegiatan tahunan kepada majelis, menunjuk seorang Presiden Dewan dan Sekretaris Jenderal, dan mempertimbangkan amandemen terhadap Lampiran Konvensi Penerbangan Sipil Internasional (Konvensi Chicago).

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help