Gunung Shinmoedake Jepang Erupsi Level 3 Berbahaya

Penduduk segera di evakuasi 2 kilometer dari gunung tersebut ke tempat yang lebih aman.

Gunung Shinmoedake Jepang Erupsi Level 3 Berbahaya
NHK
Gunung Shinmoedake di pegunungan Kirishima antara Kagoshima dan Miyazaki terjadi erupsi pagi ini 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gunung Shinmoedake di pegunungan Kirishima antara Kagoshima dan Miyazaki pagi ini (11/10/2017) mengeluarkan erupsi cukup besar sehingga lembaga meteorologi geofisika Jepang memberikan level 3 berbahaya.

"Kemarin sih sedikit saja sudah kelihatan gerakannya. tapi pagi ini waduh semua debu putih menutupi kota ini kayaknya, aktivitasnya besar sekali kelihatannya," papar seorang warga Kagoshima, Yamada, kepada Tribunnews.com Rabu ini (11//10/2017).

Gunung tersebut erupsi terjadi cukup besar mulai jam 5:30 pagi ini waktu Jepang.

Mengeluarkan asap putihnya 300 meter dari kawah dan sore ini masih aktif dan cukup besar mengeluarkan asap putihnya memperlihatkan gerakan magma dan gas vulkaniknya meletup-letup.

Penduduk segera di evakuasi 2 kilometer dari gunung tersebut ke tempat yang lebih aman. Erupsi terakhir terjadi Oktober 2013.

Pegunungan Kirishima terdiri dari 20 volkano tersebar panjang antara Kagoshima dan Miyazaki.

Kota Takahara dan Miyakonojo tampak tertutupi dengan abu putih hasil sebaran volkano yang bererupsi tersebut dan menyebarkan abu putihnya ke mana-mana.

Kazuhiro Ishihara profesor universitas Kyoto mengungkapkan, "Ada kemungkinan akan lebih berbahaya lagi di masa mendatang jadi haris sangat hati-hati mulai sekarang," paparnya.

Kantor PM Jepang sebagai pusat koordinasi bencana jam 11 pagi tadi mulai melakukan rapat khusus dan koordinasi dengan berbagai kementerian untuk antisipasi lebih lanjut.

Sekolah di sekitar pegunungan tampak mulai berhati-hati dan tampaknya menutup kegiatan.

Demikian pula fasilitas umum di sekitarnya juga sudah mulai berhati-hati mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help