Bunkyo-ku Tokyo Larang Diskriminasi Kontraktor Kaum LGBT di Jepang

Momentum Olimpiade 2020 ternyata menjadi perjuangan kaum LGBT untuk bisa diterima di tengah masyarakat Jepang tanpa diskriminasi.

Bunkyo-ku Tokyo Larang Diskriminasi Kontraktor Kaum LGBT di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Papan Petunjuk Kantor Wali Kota Bunkyoku Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Momentum Olimpiade 2020 ternyata menjadi perjuangan kaum LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) untuk bisa diterima di tengah masyarakat Jepang tanpa diskriminasi.

Selain Shibuya yang mengesahkan perkawinan sesama jenis kelamin (hanya dalam bentuk sertifikat), kini daerah Bunkyoku di Tokyo mulai bergerak membela kaum LGBT.

"Kita sedang membuat konsep dan akan meminta semua kontraktor yang terkait urusan dengan Pemda Bunkyoku agar tidak mendiskriminasikan kaum LGBT," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (15/10/2017).

Upaya ini karena di daerah tersebut semakin banyak kerja sama dengan kalangan asing dan juga munculnya kalangan LGBT yang ingin menjalin kerja sama dengan daerah tersebut, namun ada sesuatu yang mengganjal perlakuan terhadap kalangan LGBT.

Baca: Paspampres Sempat Panik saat Listrik di Rumah Calon Menantu Jokowi Tiba-tiba Padam

"Itulah sebabnya kita tekankan agar kaum LGBT tidak boleh didiskriminasi dan terkait semua urusan, kontrak proyek dengan Bunkyoku mulai kini sampai dengan Olimpiade mendatang harus mencantumkan klausula tidak akan mendiskriminasikan kaum LGBT di dalam kontraknya," kata sumber itu.

Seorang kaum LGBT Jepang, Hayakawa menyambut baik pemikiran tersebut.

"Bahagia kami kalau semua orang akhirnya bisa menerima kehadiran kaum LGBT di tengah masyarakat, karena memang kemampuan kami ya sama seperti orang lainnya. Oleh karena itu kami juga berharap mendapat perlakuan yang sama dengan yang lainnya," kata dia kepada Tribunnews.com, Minggu (15/10/2017).

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help