Langka, Pengacara Jepang Ini Belum Lulus Sekolah Sudah Lulus Ujian Pengacara

Pengacara ini luar biasa pintar, belum lulus sekolah Universitasnya di Tokyo jurusan hukum

Langka, Pengacara Jepang Ini Belum Lulus Sekolah Sudah Lulus Ujian Pengacara
Richard Susilo
Kentaro Motomura (50), pengacara terkenal Jepang yang suka masuk TV 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Saat ini di Jepang mungkin jarang yang tidak tahu pengacara satu ini, sangat popular dengan istilah “No Chance!” komentarnya saat memberikan opini di acara pengacara di sebuah TV besar Jepang.

“Sudah 10 tahun saya berkecimpung di dunia Pengacara Internasional. Dulu punya kantor pengacara sendiri kini bergabung dengan kantor pengacara besar di Tokyo,” papar Kentaro Motomura khusus kepada Tribunnews.com malam ini (16/10/2017) meminta agar tak mencantumkan nama kantor pengacaranya.

Pengacara ini luar biasa pintar, belum lulus sekolah Universitasnya di Tokyo jurusan hukum, tapi sudah lulus ujian sebagai Pengacara tahun 1990.

“Jarang sekali memang yang demikian, mungkin hanya paling banyak 10% saja. Umumnya lulus sekolah dulu barulah ikut ujian pengacara dan lulus,” paparnya lagi.

Setelah lulus dari Universitas Tokyo tahun 1991, dia barulah mengambil lisensi sebagai pengacara karena ujiannya saja sudah lulus tahun 1990 dan tahun 1997 mendirikan kantor pengacaranya sendiri.

Orangnya tidak begitu tinggi tapi Motomura sangat menarik sekali setiap kali dia berkomentar dan oleh sesame pengacar lain kadang suka diajak bercanda atau diledek sehingga terpaksa menanggapi dengan lucu juga membuar orang banyak tertawa melihatnya.

Banyak bertanya, karena seolah sering muncul di TV, Motomura lebih banyak muncul di TV atau bekerja sih?

Ternyata Motomura benar-benar bekerja sebagai Pengacara, “70% bekerja sebagai Pengacara, 20% bekerja di TV dan 10% mengajar atau ceramah di berbagai tempat,” ungkapnya.

Lalu mengapa terkenal dengan komentarnya “No Chance!” bahasa Inggris?

“Karakter saya memang sengaja dibuat antagonis sehingga orang kalau dengan kata No Chance jadi kesal juga sehingga berbalik ke saya akhirnya dan terjadilah komunikasi yang hidup,” papar kelahiran Kawasoe, Saga, 17 Desember 1966 yang memiliki golongan darah AB itu.

Memang Motomura senang dan berupaya keras berkomunikasi dengan semua orang dengan mempelajari dulu orang tersebut dalam bahasa Inggris misalnya, dia belajar sendiri tidak sekolah atau kursus bahasa Inggris.

“Saya pelajari dulu supaya orang senang dan lancar berkomunikasi kepada saya. Misalnya dengan orang Indonesia, saya pelajari Borobudur dan Prambanan sehingga orang Indonesia senang kalau orang Jepang kok tahu ya dua canti yang terkenal di Indonesia itu.”

Motomura sendiri mengaku tak pernah ke Indonesia sekali pun.

“Kalau ke Indonesia saya mau ke Borobudur dan Prambanan yang terkenal di dunia itu,” tekan ayah dari satu anak lelaki yang saat ini berusia 12 tahun.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help