Ujicoba Pesawat Canggih AS Osprey di Jepang Sebabkan 9 Kecelakaan Serius

Kecelakaan pesawat canggih Amerika Serikat Osprey ternyata cukup banyak dan memprihatinkan banyak orang Jepang.

Ujicoba Pesawat Canggih AS Osprey di Jepang Sebabkan 9 Kecelakaan Serius
Mainichi
Pesawat canggih Amerika Serikat (AS) Osprey 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kecelakaan pesawat canggih Amerika Serikat Osprey ternyata cukup banyak dan memprihatinkan banyak orang Jepang.

Uji coba selama Oktober 2003 hingga Agustus 2017 selama 303.207 jam ternyata terjadi 9 kecelakaan serius.

Satu pesawat Osprey paling murah seharga 2 juta dolar AS.

Demikian diungkap mantan analis di Departemen Pertahanan AS Institut Analisis Pertahanan Dr Rex Riboro, yang bertanggung jawab untuk memverifikasi kemampuan penerbangan.

"Osprey memiliki struktur pesawat rumit dan dirancang untuk tidak mengizinkan adanya manuver kecil sekalipun. Pesawat Osprey telah menyebar ke berbagai korps marinir saat ini. Pilot dengan pengalaman relatif sedikit pasti mendapat pengarahan sangat ketat dan tampaknya mereka yang umumnya menjadikan situasi di mana kesalahan manusia mungkin terjadi," ungkap Rex.

Baca: Tak Ada Lagi Senyuman Surnah, Dia Meninggal Setelah Satu Bulan Bekerja

Kecelakaan serius Osprey banyak terjadi akhir-akhir ini.

"Tingkat kecelakaan per 100.000 jam terbang adalah 2,97, yang berarti sekitar 1,5 kali (April 2012) lebih besar dari yang diperkirakan semula," ungkap sumber Tribunnews.com di Kementerian Pertahanan Jepang, Senin (30/10/2017).

Sedangkan pada bulan Oktober 2012, setelah kecelakaan di Futenma menjadi sebanyak 1,93 kali.

Setelah itu, kecelakaan bulan Desember2016 di lepas pantai Kota Nago di Perfektur Okinawa dan kecelakaan di lepas pantai Australia bulan Agustus 2017.

Membuat tingkat kecelakaan Osprey pada akhir Agustus 2017 meningkat menjadi 2,97 kali.

Baca: Satu dari Lima Pekerja di Jepang Alami Masalah Ketidaksuburan

Menanggapi kenaikan tingkat kecelakaan, juru bicara Korps Marinir mengatakan, "Ada risiko potensial untuk pesawat militer. Kami sedang mempersiapkan langkah-langkah keselamatan dan pencegahan pada semua tahap untuk memastikan tingkat keamanan yang tinggi."

"Kecelakaan militer AS lebih parah daripada ketegangan situasi di Korea Utara. Di antara mereka, kerentanan telah ditunjukkan pada saat beralih antara modus tetap sayap dan lepas landas vertikal dan modus mendarat," ungkap kritikus militer Tetsuo Maeda.

"Dan ada kemungkinan bahwa kerapuhan terkena oleh pelatihan dengan disiplin berlebihan. Okinawa dan Iwakuni merupakan tempat utama dari kegiatan Osprey ini, dan kecelakaan bisa terjadi di masa depan," tambahnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help