Pengusaha Jepang Usulkan Penggunaan Loket Tunai Tol Bali, Jangan Semua Kartu

Seorang pengusaha Jepang Ichiro ishii merasa dikecewakan dengan penggunaan jalan tol

Pengusaha Jepang Usulkan Penggunaan Loket Tunai Tol Bali, Jangan Semua Kartu
Richard Susilo
Jalan menuju jalantol di Bali penuh spanduk mengingatkan mulai Oktober 2017 menggunakan kartu tol. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang pengusaha Jepang Ichiro ishii merasa dikecewakan dengan penggunaan jalan tol semua loket menggunakan kartu pembayaran tol.

“Saya kecewa sekali saat mau bayar tol di Bali harus pakai kartu pembayaran tol, tidak ada satu pun loket pakai tunai,” ungkap Ishii khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (15/11/2017).

Kunjungannya ke Bali hanya satu malam sejak 13 November lalu. Ke luar dari bandara menuju kota Denpasar ingin lewat satu-satunya jalan tol yang ada di sana. Ternyata semua loket harus pakai kartu tol tak ada yang bisa pakai tunai.

“Di Jepang saja yang sudah maju sampai kini tetap saja ada satu loket penggunaan jalan tol bayar pakai uang tunai. Orang kan bisa saja lupa, atau memang tak punya, apakah dilarang pakai jalan tol? Itu kan diskriminasi namanya, tidak baik demikian,” tambahnya.

Lalu apa solusinya ketika harus melewati jalan tol di Bali menggunakan kartu tol saja?

“Masak saya disuruh petugas turun ke jalan, saat itu hujan, lalu tunggu mobil di belakangnya, minta tolong bayarkan pakai kartu tol pembayarannya tersebut. Di dunia mungkin hanya ada di Indonesia ya, orang lain yang tak kita kenal harus bayarkan uang tol kita tersebut. Di Jepang kita sebut Meiwaku, menyusahkan orang lain, dan hal itu pantangan sekali bagi orang Jepang,” tekannya lagi.

Lalu apa solusinya?

“Pasangkan satu loket pembayaran tunai di setiap jalan tol karena pasti ada orang yang saking sibuk terlupa bawa kartu dan sebagainya. Atau siapkan satu petugas yang berjualan kartu tol di pintu tersebut. Saya mau beli kartu tol, petugasnya bilang maaf kita tidak jualan kartu di sini. Benar-benar tidak ada solusi itu namanya dan bahkan disuruh kenyusahkan orang lain lagi,” paparnya lagi.

Spanduk-spanduk sekitar jalan tol memang dipasang dengan tulisan, “Mulai Oktober 2017 Bayar Tol Gunakan Kartu.”

Tapi suasana hujan, orang lelah, tak perhatikan pengumuman itu, pasti akan kebablasan masuk jalur tol tersebut dan dia akan mengalami kesulitan sangat besar di sana kalau tak ada loket pembayaran tunai,lanjutnya.

Ishii juga berharap hal ini tidak terjadi di kota besar seperti Jakarta, ungkapnya lebih lanjut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help