Rabu, 3 Juni 2026

Redakan Cemas, Warga Australia dan Diaspora Indonesia Ikuti Kegiatan Meditasi Bersama di Melbourne

1.600 warga diaspora Indonesia mengikuti kegiatan meditasi bersama di Konsulat Jenderal RI untuk negara bagian Victoria dan Tasmania di Kota Melbourne

Tayang:
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Erik S
Istimewa
REDAKAN STRES DAN CEMAS - Kegiatan meditasi bersama yang diikuti warga Australia dan diaspora Indonesia di Konjen RI di Melbourne, Australia, 13 September 2025. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Australia mulai tertarik dengan teknik meditasi meredakan stres dan kecematan serta agar lebih fokus yang ditularkan melalui terapi meditasi ala Indonesia.

Sekitar 1.600an warga diaspora Indonesia mengikuti kegiatan meditasi bersama di Konsulat Jenderal RI untuk negara bagian Victoria dan Tasmania di Kota Melbourne, Australia pada 13 September 2025.

Bunda Arsaningsih, guru meditasi yang menjadi pembimbing kegiatan meditasi bersama ini mengatakan, kegiatan ini untuk mengajak peserta untuk meredam dan menetralkan rekaman energi negatif.

Baca juga: Berjuang Melawan Penyakit Kanker, Nunung Sempat Diajak Meditasi oleh Mendiang Titiek Puspa

"Proses ini dilakukan melalui meminta maaf dan memaafkan. Melalui ini, rekaman energi dapat  dinetralkan dan diselaraskan," ujar Bunda Arsaningsih dari komunitas Tata Hati Soul Reflection Meditation dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (18/9/2025)

Dia menjelaskan, kegiatan meditasi ini selain untuk menyentuh rekaman kejadian di masa lalu, juga untuk memberi dampak nyata pada masa kini serta memperkuat cahaya, cinta, dan energi Yang Maha Kuasa.

"Dari sana, energi positif akan menyebar dan menyelaraskan energi positif hingga ke seluruh masyarakat Australia untuk membawa keharmonisan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, kegiatan meditasi ini untuk menghilangkan luka batin sebagian masyarakat Australia tentang luka masa lalu di mana pernah terjadi perlakuan tidak adil terhadap masyarakat asli Australia, suku Aborigin.

Peristiwa sejarah itu meninggalkan luka batin dan kemarahan. Menurutnya, energi negatif tersebut, meski tak kasatmata, masih terasa hingga kini.

Dia menjelaskan, kegiatan meditasi ini diikuti 1621 peserta, sebagian secara luring maupun daring.

Sebelumnya, Arsaningsih juga pernah menyelenggarakan kegiatan meditasi bersama warga lokal di Paris, Italia, Belgia, dan Belanda, serta sejumlah kota di Indonesia seperti Denpasar dan Solo.

Bunda Arsiningsih menjelaskan, kgiatan meditasi ini juga diwarnai temu wicara yang diharapkan dapat membawa dampak keharmonisan dan menebarkan radiasi energi positif.

Baca juga: Sering Alami Insomnia? Berikut Sederet Tips untuk Mengatasinya, Termasuk Meditasi hingga Olahraga

Konsulat Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania Yohannes Uatmiko Heru Prasetyo, yang menjadi salah satu peserta mengatakan, kegiatan yang diikutinya ini membuatnya merasa bisa lebih dekat dengan sesama, dan menjaga keharmonisan dengan lingkungan dan alam dan selanjutnya menjadi pribadi yang seutuhnya.

Yohannes mengatakan, kegiatan meditasi semacam ini merupakan momentum spiritual untuk memberi dampak positif dan merekonstruksi pola pikir yang menghubungkan individu dengan energi Tuhan.

Dari buku Soul Reflection yang pernah dibacanya, dia juga diajak melepaskan energi negatif melalui jalan mengikhlaskan sepenuh hati.

"Kita masing-masing memiliki permasalan dan tantangan. Saya harapkan semua dapat di damaikan. Ikhlas secara aktif. Harapan dari program ini menjadi berkah selalu bagi masyarakat Indonesia, terutama diaspora," ujarnya. (tribunnews/fin)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved