21 Perusahaan Indonesia Melakukan Pertemuan Dengan Para Pengusaha Jepang

BMIJ ini memang sudah direncanakan sejak lama agar para pengusaha Indonesia dapat membuka jalannya sendiri

21 Perusahaan Indonesia Melakukan Pertemuan Dengan Para Pengusaha Jepang
Richard Susilo
Suasana Business Meeting yang dilakukan di sebuah hotel besar di Tokyo yang dikoordinir oleh Jetro Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Business Meeting Indonesia Jepang (BMIJ) yang dilakukan badan perdagangan luar negeri Jepang (Jetro) berhasil sukses tampaknya hari Rabu ini (29/11/2017) di sebuah hotel besar di Tokyo.

"BMIJ ini memang sudah direncanakan sejak lama agar para pengusaha Indonesia dapat membuka jalannya sendiri dalam memasarkan produknya di Jepang ini," papar Yuri Sato Vice President Jetro khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (29/11/2017).

Sebanyak 21 perusahaan Indonesia dari berbagai bidang hadir di Jepang untuk berkenalan dengan berbagai pengusaha Jepang juga.

Mulai dari bisnis perkayuan, furniture, kopi, energi, kertas, rempah-rempah, kain, tekstil, manufaktur, mainan, pelayanan tenaga kerja, sampai kepada pengusaha bulu mata Indonesia pun muncul ke dalam BMIJ hari Rabu ini (29/11/2017).

"Kami berjualan konyaku, merica, cabe kering ini dan sebagainya dan beruapa untuk mencari pasar Jepang. Ini pertama kali melakukannya di Jepang," papar Retno Mardiningsih, Direktur Kasaba Pratama komoditas agrobisnis Indonesia kepada Tribunnews.com siang ini.

Demikian pula Hendro Widiarso (Managing Direktor) dan Sri Herlina Direktur Marketing, keduanya dari Green Riverina yang menawarkan furniture Indonesia di Jepang ini mengaku pertama kali melakukan pertemuan bisnis dengan para pengusaha Jepang ini.

"Pabrik kita di Jepara dan selama ini sebenarnya sudah banyak yang pesan dari Eropa. tetapi Jepang belum ada dan kali ini berusaha untuk menjajagi pasar Jepang untuk pertama kalinya," papar Sri Herlina kepada Tribunnews.com pula.

Berbagai pengusaha Indonesia merasa senang bisa berpartisipasi ke dalam acara BMIJ tersebut dan banyak yang baru pertama kalinya ikut dalam acara ini.

"Kami berharap acara ini dapat membuahkan sesuatu nantinya, setidaknya kami telah berusaha membuka pintu kepada para pengusaha Indonesia untuk berkenalan dengan para pengusaha Jepang secara langsung dan mudah-mudahan bisa berlangsung berkelanjutan nantinya sehingga tercipta satu kerjasama bisnis antara kedua pengusah adari Indonesia dan Jepang di masa depan," lanjut Sato lagi.

Sebelum kunjungan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kali ini beberapa minggu lalu hadir pula Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang memenuhi undangan dari Jetro pula ke Jepang.

"Tapi saat itu kita tidak acara BMIJ yang mempertemukan para penguasa kedua negara seperti ini, tetapi hanya seminar saja di bebarapa kota di Jepang baik Tokyo, Nagoya dan Fukuoka," lanjutnya lagi.

Dengan upaya Jetro ini diharapkan penguasa industri dan perdagangan Indonesia serta Jepang dapat terjalin kerjasama yang lebih baik dan semakin baik hubungan kedua negara di masa mendatang, harap Sato lebih lanjut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help