Kepala Kepolisian Jepang Inspeksi Mendadak ke Lapangan, Hantam Yakuza Lewat Pajak

Sakaguchi ke selatan Osaka pusat keramaian kota Osaka yang juga banyak diincar kalangan yakuza.

Kepala Kepolisian Jepang Inspeksi Mendadak ke Lapangan, Hantam Yakuza Lewat Pajak
Richard Susilo
Masayoshi Sakaguchi?(59) Kepala Kepolisian Nasional Jepang ke-26 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepala kepolisian nasional Jepang yang ke-26, Masayoshi Sakaguchi (59), melakukan inspeksi mendadak ke kantor polisi pusat Osaka hari ini dan memberikan pembekalan kepada 200 penyidik polisi terutama tentang cara menghancurkan mafia Jepang (yakuza).

"Situasi sekarang tidak dapat diperkirakan setelah Yamaguchigumi pecah jadi tiga kelompok," paparnya Senin ini (4/12/2017).

Ketegangan di masyarakat dan ketakutan terjadinya perang antar geng terus saja terjadi. Oleh karena itu polisi harus segera bertindak memberantas yakuza dengan cepat.

"Satu cara dengan memfokuskan diri kepada alur keuangan yakuza dengan melihat laporan pajaknya bekerjasama dengan otoritas keuangan setempat," paparnya lagi.

Sakaguchi ke selatan Osaka pusat keramaian kota Osaka yang juga banyak diincar kalangan yakuza.

Di masa lampau, 40 tahun lalu, Sakaguchi pernah jadi polisi di Minami Osaka dan kunjungannya kali ini seperti ber nostalgia pula melihat bekas tempatnya bekerja di masa lalu.

Selain mengunjungi berbagai pos polisi di Osaka, Sakaguchi juga mengunjungi pos polisi di perfektur Hyogo yang sangat dekat dengan markas besar berbagai kelompok geng besar yakuza Jepang.

Sakaguchi akan mengunjungi lebih lanjut daerah tersebut dan juga daerah Kyoto besok (5/12/2017) untuk menekankan kualitas dan kemampuan polisi setempat agar dapat ditingkatkan lebih lanjut di samping motivasi yang lebih tinggi lagi dengan kedatangan orang nomor satu kepolisian Jepang tersebut. Satu kegiatan langka di Jepang orang nomor satu sampai ke lapangan terbawah kali ini.

"Hal ini untuk mengungkapkan kepada para penyidik polisi bahwa dirinya sangat serius untuk menghancurkan yakuza yang dianggap mengganggu ketentraman masyarakat. Apalagi menjelang Olimpiade 2020," ungkap sumber Tribunnews.com Senin ini (4/12/2017).

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help