Kepala Tim Ekonomis Sojitz Berharap Surplus Neraca Perdagangan Jepang Tidak Diketahui Trump

Kepala Tim Ekonomis Sojitz Tatsuhiko Yoshizaki (57) berharap surplus neraca perdagangan Jepang tidak diketahui Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kepala Tim Ekonomis Sojitz Berharap Surplus Neraca Perdagangan Jepang Tidak Diketahui Trump
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Tatsuhiko Yoshizaki 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepala Tim Ekonomis Sojitz Tatsuhiko Yoshizaki (57) berharap surplus neraca perdagangan Jepang tidak diketahui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Surplus perdagangan Jepang saat ini besar sekali mencapai 23,8 triliun yen berharap saja Trump tidak tahu," kata Yoshizaki sambil senyum dalam pernyataannya, Selasa (16/1/2018) di pusat wartawan asing Jepang.

Perekonomian Jepang saat ini dianggap terus meningkat baik setelah 2016 atau setelah 10 tahun kasus Lehman Shock lewat.

"Hal ini juga didukung oleh perekonomian dunia yang terus membaik sejak tahun 2016," kata dia.

Meskipun ekspor meningkat dengan baik di Jepang namun masyarakat Jepang tidak sedikit yang mengkritik karena income tidak naik dengan baik di dalam negeri Jepang.

Baca: Pengunjung Tertawa saat Saksi Sidang Novanto Ditegur Majelis Hakim karena Selfie

"Berbagai permasalahan masih mengganjal Jepang antara lain karena sangat berkurangnya jumlah manusia Jepang saat ini. Akibatnya ibu rumah tangga bekerja, yang lanjut usia dibangkitkan lagi untuk bekerja dan orang asing pun juga meningkat jumlahnya mencapai sekitar satu juta. Pengeluaran semakin banyak karena biaya kesejahteraan meningkat pula. Belum lagi produktivitas juga kemungkinan menurun akibat kekurangan tenaga kerja tersebut," ungkapnya.

Dengan demikian neraca perdagangan dan keuangan meningkat tampaknya banyak terbantu dari ekspor Jepang yang kuat saat ini.

"Oleh karena itu tiga pilar yang ingin dilakukan PM Jepang," katanya.

Baca: Warga Panik Tiga Bocah Bersaudara Meninggal di Kamar Mandi, Ibunya Kritis

Pertama meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri semaksimal mungkin dengan segala arah.

Kedua, mengurangi fiskal expense dan ketiga dengan implementasi perpajakan, meningkatkan pemasukan dari pajak masyarakat sebanyak mungkin.

"Apabila ketiga hal itu dilaksanakan diperkirakan perekonomian Jepang akan terus meningkat di masa mendatang," tambahnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help