Serangga Perusak Pohon Sakura dari China dan Vietnam Mulai Dibasmi di Jepang

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang telah memberikan peringatan akan munculnya serangga asing penghancur pohon Sakura khususnya di Perfektur Saitama.

Serangga Perusak Pohon Sakura dari China dan Vietnam Mulai Dibasmi di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Serangga Kubiya Katsuya Kumikiri (Aromia bungii) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Lingkungan Hidup Jepang telah memberikan peringatan akan munculnya serangga asing penghancur pohon Sakura khususnya di Perfektur Saitama.

"Pemda Perfektur Saitama telah diingatkan akan bahaya serangga Kubiya Katsuya Kumikiri (Aromia bungii) yang asal mulanya dari China dan Vietnam," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (16/1/2018).

Serangga dengan ciri lehernya berwarna merah kumbang yang agak mengkilat tersebut mulai dilakukan pembasmian saat ini khususnya di Perfektur Saitama.

Baca: Pelajar Ikut Pesta Seks Kaum Homo di Kawasan Cianjur: Saya Dipaksa, Saya Masih Normal

Kumbang dengan panjang tubuh mencapai 4 cm, selain larvanya yang mengendap di dalam pohon, jadi bolong-bolong dan pohon rusak, ternyata berkembang biak dengan cepat pula.

Kumbang ini diketahui pemunculannya sejak lima tahun yang lalu.

Tapi kini setelah pemeriksaan pohon Sakura terlihat banyak larvanya menetas di dalam lobang yang dibuat kumbang tersebut di tengah batang pohon besarnya sehingga merusak pohon.

Sedikitnya 170 pohon Sakura hancur diserang serangga tersebut dan pembasmian mulai dilakukan dengan membuat Panduan Pencegahan Kerusakan yang diupload ke berbagai situs lingkungan hidup dan Pemda Saitama.

Baca: Bupati Talaud Sri Wahyumi Melawan, Tetap Masuk Kantor Meski Sudah Dinonaktifkan

Lalu juga sosialisasi ke berbagai lingkup masyarakat Jepang, dan praktiknya dengan menyemprotkan sampai ke dalam batang pohon, obat pembunuh serangga tersebut serta juga menutup bagian bawah pohon dengan jaring-jaring agar serangga itu sulit masuk ke dalam pohon.

Pemusnahan berskala penuh akan dilakukan mulai akhir bulan ini atau awal bulan depan di banyak tempat di Jepang.

"Pencegahan penyebaran kerusakan penting untuk mengambil langkah-langkah dan deteksi dini. Apabila ada yang menemukan pohon yang diduga mengalami kerusakan, segera hubungi pemda setempat melaporkannya," tambah sumber itu.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help